nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mayat Tertusuk Panah di Jerman Diduga Pemimpin Sekte Abad Pertengahan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 09:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 16 18 2056335 mayat-tertusuk-panah-di-jerman-diduga-pemimpin-sekte-abad-pertengahan-9Gzs3HklNv.jpg Hotel di Bavaria tempat Torsten dan dua wanita ditemukan tewas tertusuk panah. (Foto: AFP)

WITTINGEN – Media Jerman melaporkan bahwa pria yang tewas dalam serangan busur panah di Bavaria adalah seorang pimpinan kultus abad yang memuja cerita-cerita rakyat abad pertengahan dan memperlakukan perempuan seperti budak seks.

Jasad Torsten W dan dua wanita ditemukan di sebuah kamar hotel di Bavaria pada Sabtu, bersama dengan tiga busur panah. Kematian mereka dihubungkan dengan dua kematian lainnya di Jerman pada Senin.

BACA JUGA: Misteri Mayat Tertusuk Anak Panah Hebohkan Jerman.

Berdasarkan laporan media Jerman yang dilansir BBC, Kamis (16/5/2019), Torsten diduga mengontrol kedua perempuan itu seperti seorang pemimpin sekte yang otoriter. Dia diduga mengendalikan empat wanita seperti pemimpin sekte dengan menggunakan kekuatan fisik dan manipulasi psikologis.

Pemimpin kultus berusia 53 tahun itu ditemukan di tempat tidur bersama seorang wanita, Kerstin E, 33 tahun dalam keadaan bergandengan tangan, tertusuk panah.

Seorang wanita lainnya, Farina C, 30 tahun ditemukan tergeletak di pintu dengan panah menusuk lehernya.

"Penyelidik mencurigai mereka semua adalah anggota dari lingkaran seks dengan fokus pada Abad Pertengahan. Torsten W mungkin adalah guru kelompok itu," demikian dilaporkan RTL setelah mewawancarai beberapa orang yang mengenal mereka.

Sementara Bild melaporkan bahwa Torsten menjalin hubungan dengan beberapa wanita yang diaturnya seperti seorang majikan.

Ketiganya check in pada Jumat malam, selama tiga malam tanpa sarapan, dan mayat-mayat itu ditemukan oleh seorang pelayan kamar.

Dua surat wasiat yang ditemukan di dalam kamar dihubungkan dengan Torsten dan Kerstin.

Polisi memperlakukan kasus itu sebagai "pembunuhan yang atas permintaan dan kasus bunuh diri", menduga bahwa Farina C menembak pasangan itu terlebih dahulu sebelum kemudian dirinya sendiri.

Dugaan itu diikuti oleh penemuan mayat dua wanita mati lain pada Senin di rumah Farina C di Kota Wittingen. Salah satu dari mereka, guru sekolah dasar berusia 35 tahun, Gertrud C yang merupakan pasangan Farina C. Seorang lain adalah seorang wanita berusia 19 tahun yang tidak disebutkan namanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini