nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Venezuela dan Oposisi Bahas Penyelesaian Krisis di Norwegia

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 10:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 16 18 2056357 pemerintah-venezuela-dan-oposisi-bahas-penyelesaian-krisis-di-norwegia-4H8P2He8Mi.jpg Seorang perempuan membawa bendera Venezuela. Foto/Reuters

CARACAS - Perwakilan pemerintah Venezuela dan oposisi melakukan perjalanan ke Norwegia untuk melakukan pembicaraan menyelesaikan krisis di negara Amerika Selatan, Rabu 15 Mei 2019.

Jalan ini membuka babak baru dalam kebuntuan politik setelah berbulan-bulan demonstrasi jalanan.

Perkembangan itu mencerminkan bahwa tidak ada pihak yang mampu menang dalam perebutan kekuasaan, menyebabkan Venezuela mengalami hiperinflasi dan kekurangan makanan dan obat-obatan.

Pertemuan juga merupakan pembalikan kebijakan untuk oposisi, yang menuduh Presiden Nicolás Maduro menggunakan negosiasi sebelumnya mengulur waktu.

Foto/Reuters

Anggota senior kedua belah pihak akan terlibat dalam diskusi eksplorasi di Oslo, kata anggota kongres oposisi Venezuela yang tidak mau disebut namanya.

Delegasi dari dua kubu yang berseberangan telah menerima undangan terpisah dari sekelompok orang Norwegia.

Perwakilan termasuk Menteri Informasi Jorge Rodríguez di pihak pemerintah dan Stalin González, anggota terkemuka Majelis Nasional.

Maduro tidak secara langsung mengomentari pembicaraan selama pidato yang disiarkan televisi, tetapi dia mengatakan Rodríguez berada di misi "sangat penting" di luar Venezuela.

BacaWakil Pimpinan Oposisi Venezuela Ditangkap di Caracas

BacaLima Tewas dan 233 Ditangkap dalam Demonstrasi Usai Upaya Kudeta yang Gagal di Venezuela

Pembicaraan yang direncanakan itu tampaknya akan meredam spekulasi bahwa Amerika Serikat, pendukung utama oposisi Venezuela, mungkin mempertimbangkan tindakan militer sebagai cara untuk mengakhiri krisis dalam waktu dekat.

Para pejabat AS sebelumnya mengatakan mereka fokus pada langkah-langkah diplomatik dan ekonomi untuk mengusir Maduro, meskipun pemimpin oposisi Juan Guaido mengatakan utusan Washington akan bertemu dengan kepala Komando Selatan AS pada Senin.

Pihak oposisi bersikeras bahwa Maduro terpilih secara tidak sah tahun lalu dan bahwa ia harus mundur untuk memberikan jalan bagi pemilihan presiden.

Foto/Reuters

Sedangkan Maduro menuduh oposisi sebagai antek antek AS yang berniat merebut kekuasaan secara ilegal.

Dialog di Norwegia muncul ketika sebagian besar kelompok negara-negara Eropa bersiap untuk mengirim delegasi tingkat tinggi ke Venezuela untuk mengusulkan solusi bagi krisis negara yang berkepanjangan.

International Contact Group terdiri dari delapan negara Eropa, Uni Eropa dan empat negara Amerika Latin.

Kelompok itu dibentuk setelah Guaido, ketua Majelis Nasional, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela awal tahun ini.

Foto/Reuters

Oposisi yang didukung oleh Amerika Serikat dan sekitar 50 negara lain, mengatakan kondisi ekonomi Venezuela yang buruk adalah akibat korupsi dan kesalahan manajemen selama bertahun-tahun.

Maduro menyalahkan masalah negara pada sanksi AS yang diberlakukan baru-baru ini.

Larang Penerbangan

Amerika Serikat sebelumnya telah melarang semua penerbangan penumpang dan kargo komersial dari AS ke Venezuela, karena tidak ingin risiko bagi penerbangan.

Pengumuman oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri memengaruhi berkurangnya jumlah penerbangan antara kedua negara, karena maskapai penerbangan AS tidak lagi terbang ke Venezuela.

Ukuran tersebut mencerminkan hubungan yang semakin buruk antara pemerintah Venezuela dan AS.

Kondisi di Venezuela "mengancam keselamatan dan keamanan penumpang, pesawat, dan awak," kata Departemen Keamanan Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan.

Maduro mengkritik penangguhan penerbangan, mengatakan tindakan itu adalah serangan terhadap kebebasan bergerak.

American Airlines menghentikan penerbangannya pada pertengahan Maret setelah para ketua serikat pekerja mengatakan kepada pilot untuk tidak pergi ke Venezuela karena masalah keamanan.

Beberapa maskapai internasional juga telah berhenti terbang ke Venezuela pada tahun lalu karena ekonomi negara yang memburuk.

Beberapa maskapai penerbangan Venezuela telah mengoperasikan penerbangan komersial ke dan dari Miami, meskipun itu sudah dipengaruhi oleh pergolakan di negara Amerika Selatan, termasuk setelah seruan gagal untuk pemberontakan militer oleh oposisi pada 30 April.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini