nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prostitusi Online di Sintang Terbongkar, Pelanggannya Pejabat dan Tarif Kencan Rp3 Juta

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 02:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 17 340 2056735 prostitusi-online-di-sintang-terbongkar-pelanggannya-pejabat-dan-tarif-kencan-rp3-juta-jZokun4Fu3.jpg ilustrasi (Shutterstock)

SINTANG – Seorang muncikari berinisial F membeberkan bisnis prostitusi online yang dijalankannya di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dia mengaku pelanggan pelacur yang dijajakannya ikut dipakai kalangan pejabat negara hingga umum.

Muncikari F yang ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Sintang mengatakan tarif sekali kencan ditawarkan kepada pria hidung belang bervariasi dari Rp1 juta hingga 3 juta.

“Setiap transaksi saya mendapatkan keuntungan Rp300 ribu hingga 600 ribu. Pemesannya dari kalangan umum dan pernah juga dari pejabat,” kata F saat dihadirkan dalam konferensi pers pengungkapan kasus prostitusi dan narkoba di Polres Sintang, Kamis (16/5/2019).

F ditangkap polisi di salah satu hotel di Jalan YC Oevang Oeray, Kelurahan Baning Kota, Selasa 14 Mei 2019 malam. Saat itu, dia sedang menjajakan perempuan koleksinya.

F mengaku bisnis lendir dijalaninya sejak 2016 dan sempat vakum sebelum memulainya lagi. “Baru 2019 saya melakukan lagi pekerjaan ini. Tapi langsung ketahuan sama polisi,” ujarnya.Prostitusi

Germo itu mengoleksi lima perempuan yang jasanya dijual ke pria hidung belang. F mempromosi para pelacurnya melalui aplikasi WhatsApp, meski ada juga dijajakan secara langsung ke setiap tempat hiburan malam di Sintang.

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi mengatakan, terbongkarnya bisnis prostitusi online tersebut saat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Sintang mendapat informasi dari masyarakat pada Senin 13 Mei 2019.

Dalam informasi itu disebutkan bahwa ada praktik prostitusi online dengan menawarkan perempuan melalui nomor WhatsApp 082125388xxx. Petugas pun melakukan undercover atau menyamar sebagai konsumen.

“Petugas Unit PPA Sat Reskrim melakukan undercover dengan cara memesan wanita melalui via WhatsApp tersebut,” kata Kapolres.Prostitusi

Lalu pada, Selasa 14 Mei 2019 sekira pukul 11.48 WIB, F mengirimkan foto seorang perempuan berinisial W ke WhatsApp milik petugas yang menyamar. Kemudian disepakati transaksi dan lokasi eksekusi.

Kala itu disepakati sekali kencan singkat atau shorttime dengan harga Rp1 juta. Sedangkan F meminta uang tip Rp600 ribu. "Kemudian sekitar jam 4 sore, petugas yang menyamar memesan kamar hotel di Baning Kota, dengan nomor kamar 310,” terangnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini