Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tangis Anisa Pecah di Pelukan Ibunda Usai Jadi Penerbang Militer

Agregasi Kedaulatan Rakyat , Jurnalis-Minggu, 19 Mei 2019 |17:33 WIB
Tangis Anisa Pecah di Pelukan Ibunda Usai Jadi Penerbang Militer
Anisa Amalia Octavia, penerbang wanita TNI AU (Foto: KRjogja)
A
A
A

Terkait dua Wara pertama alumni AAU yang menjadi penerbang, KSAU sangat mengapresiasinya. Bahkan menurut dia, setiap angkatan Sekbang harus dimasukkan dua Aara AAU. Hanya saja semua harus lulus psikotes dan kesehatan serta layak menjadi penerbang TNI AU. Diharapkan, dua wara ini bisa mengisi kemampuan juga kebutuhan di skadron masing-masing.

Pada Wingday Sekbang TNI Terpadu Angkatan 95 itu, KSAU melantik sebanyak 43 penerbang muda. Terdiri 37 perwira AU, 2 perwira AD, 3 perwira AL dan 1 perwira dari TUDM (Angkatan Udara Malaysia). Menurut KSAU, 1 penerbang TUDM itu hasil kerjasama antara TNI AU dengan Angkatan Udara Malaysia. Begitu pula sebaliknya, 1 perwira TNI AU juga ikut sekolah penerbang di Malaysia.

Untuk lulusan terbaik diraih Letda Pnb Silmi Mubarak STr (Han) sebagai lulusan terbaik jurusan fix wing, dan lulusan terbaik jurusan rotary wing diraih Letda Pnb Anterio Chevalia Y STr (Han). Dua lulusan terbaik ini saat disematkan tanda pangkat dan wing penerbang oleh KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, melintas beberapa pesawat tempur T50i Golden Eagle dan F-16 untuk memberikan fly pass sebagai bentuk penghormatan kepada elang-elang muda tersebut.

Tak hanya itu, usai upacara juga diisi dengan atraksi pesawat latih Sekbang Lanud Adisutjipto diantaranya penampilan Jupiter Aerobatic Team, pesawat Grob dan terjun payung dari anggota TNI AU.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement