nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangis Anisa Pecah di Pelukan Ibunda Usai Jadi Penerbang Militer

Agregasi Kedaulatan Rakyat, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 17:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 19 510 2057554 tangis-anisa-pecah-di-pelukan-ibunda-usai-jadi-penerbang-militer-MpsqIJ9yXZ.JPG Anisa Amalia Octavia, penerbang wanita TNI AU (Foto: KRjogja)

YOGYAKARTA - Derai air mata dari perempuan ini sangat tulus. Bahkan air mata itu mampu menorehkan sejarah baru bagi Wanita Angkatan Udara (Wara) khususnya alumni Akademi Angkatan Udara (AAU). Ternyata, dia adalah salah satu dari dua alumni AAU yang lulus Sekolah Penerbang TNI Terpadu Angkatan 95.

Dialah Letda (Pnb) Anisa Amalia Octavia STr (Han). Dara kelahiran Kabupaten Sleman ini akhirnya secara resmi menjadi elang muda (sebutan penerbang/pilot militer) bersama 42 lulusan lainnya yang baru saja dilantik oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna SE MM pada Upacara Wingday Sekolah Penerbang TNI Terpadu Angkatan 95 di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Kamis 16 Mei 2019 lalu.

Tak hanya Anisa saja, tetapi alumni AAU lainnya yang juga Wara turut menorehkan sejarah menjadi penerbang militer yakni Letda Pnb Mega Coftiana STr (Han). Dua Wara ini juga menjadi yang pertama sebagai penerbang lulusan AAU. Nantinya, Anisa menjadi pilot pesawat Hercules dan Mega pilot pesawat Cassa. Keduanya bakal dikembalikan ke Skadron masing-masing di Lanud Abdulrahman Saleh.

Dikutip dari laman KRjogja, Anisa tak mampu membendung air matanya saat sang ibunda, Eni Sudaryati memberi pelukan tanda kasih sayang. Namun sejatinya, pelukan itu diberikan karena rasa bangga sang ibunda terhadap putrinya yang berhasil dilantik jadi elang muda milik TNI AU.

Anisa mengaku sama sekali tidak menyangka bakal menjadi seorang penerbang militer. Bahkan, dirinya sendiri awalnya justu takut dengan ketinggian. "Jujur saja, saya ini takut ketinggian," ucap Anisa.

Kendati demikian, dia bakal menjalankan amanah ini seprofesional mungkin demi menjaga serta melindungi tanah air Indonesia. Takdir yang tak bisa dihindari ini tentu bakal dilaksanakan dengan ikhlas dan sekuat tenaga.

"Walaupun saya wanita, tetapi dunia penerbangan tidak ada gender wanita atau pria. Bahkan pesawat atau alam juga tidak melihat hal itu. Jadi, saya akan berusaha dengan profesional," tandas Anisa.

Sementara itu, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna usai melantik atau mewisuda lulusan Sekbang TNI Terpadu menyatakan, pihaknya masih kekurangan jumlah penerbang. Idealnya, setiap tahun TNI harus meluluskan sebanyak 52 penerbang. Namun kali ini lulusannya hanya 43 orang.

"Untuk menyongsong kebutuhan alutsista yang akan datang, idealnya setiap tahun meluluskan 52 penerbang. Tetapi kami tidak bisa memaksakan untuk penerbang. Sebab harus memenuhi syarat dan mengutamakan kualitas, dengan harapan keselamatan terbang dan kerja bisa terjamin," ucap KSAU.

Pesawat TNI AU

Terkait dua Wara pertama alumni AAU yang menjadi penerbang, KSAU sangat mengapresiasinya. Bahkan menurut dia, setiap angkatan Sekbang harus dimasukkan dua Aara AAU. Hanya saja semua harus lulus psikotes dan kesehatan serta layak menjadi penerbang TNI AU. Diharapkan, dua wara ini bisa mengisi kemampuan juga kebutuhan di skadron masing-masing.

Pada Wingday Sekbang TNI Terpadu Angkatan 95 itu, KSAU melantik sebanyak 43 penerbang muda. Terdiri 37 perwira AU, 2 perwira AD, 3 perwira AL dan 1 perwira dari TUDM (Angkatan Udara Malaysia). Menurut KSAU, 1 penerbang TUDM itu hasil kerjasama antara TNI AU dengan Angkatan Udara Malaysia. Begitu pula sebaliknya, 1 perwira TNI AU juga ikut sekolah penerbang di Malaysia.

Untuk lulusan terbaik diraih Letda Pnb Silmi Mubarak STr (Han) sebagai lulusan terbaik jurusan fix wing, dan lulusan terbaik jurusan rotary wing diraih Letda Pnb Anterio Chevalia Y STr (Han). Dua lulusan terbaik ini saat disematkan tanda pangkat dan wing penerbang oleh KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, melintas beberapa pesawat tempur T50i Golden Eagle dan F-16 untuk memberikan fly pass sebagai bentuk penghormatan kepada elang-elang muda tersebut.

Tak hanya itu, usai upacara juga diisi dengan atraksi pesawat latih Sekbang Lanud Adisutjipto diantaranya penampilan Jupiter Aerobatic Team, pesawat Grob dan terjun payung dari anggota TNI AU.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini