Pasca-Penetapan Resmi KPU, Akankah Jokowi dan Prabowo Bertemu?

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 21:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 19 605 2057685 pasca-penetapan-resmi-kpu-akankah-jokowi-dan-prabowo-bertemu-wAqwjl0yQk.JPG Ilustrasi Jokowi dan Prabowo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan santai menanggapi soal rencana pertemuan dirinya dengan Prabowo Subianto usai penetapan akhir rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang.

Pasca-pencoblosan, muncul wacana akan adanya pertemuan Jokowi dengan Prabowo. Namun, sampai saat ini, hal itu belum kunjung terlaksana.

"Sejak awal dulu sudah kan, masa saya sampaikan bolak-balik, ya sudahlah sudah saya sampaikan, sudah kan? ya sudah itu," kata Jokowi usai menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5/2019) malam.

Proses rekapitulasi menjadi tambah hangat diperbincangkan. Bukan hanya pemutakhiran hasil suara Pemilu semata. Melainkan, adanya segelintir kelompok yang ingin melakukan aksi people power pada hari itu.

Dalam sebuah jumpa pers, Jokowi sebelumnya mengaku akan mengirim utusan menemui Prabowo untuk mencari waktu bisa bertemu. Hal itu sekaligus menegaskan, bahwa dirinya dan Ma'ruf Amin tidak akan memutus tali persahabatan dengan Prabowo-Sandiaga Uno hanya karena pilpres.

"Sehingga, tadi siang saya mengutus seseorang untuk bertemu beliau, agar kita bisa berkomunikasi, dan kalau bisa bertemu, sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin selesai dengan lancar, aman, lancar," ujar Jokowi di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 18 April 2019 lalu.

Jokowi-Maruf Amin

Rencana Jokowi disambut positif Prabowo, kendati diakui mantan Danjen Kopassus itu belum ada utusan Jokowi yang datang. Namun, ia menekankan, kalau hubungannya dengan Jokowi-Ma'ruf akan tetap baik.

"Tapi yang jelas hubungan saya baik dengan beliau dan semua ya, kita ingin baik," kata Prabowo di Kertanegara, Jakarta.

Jokowi dan Prabowo bukan kali pertama bersaing di Pilpres. Pada 2014, keduanya juga bersaing, meski dengan pendamping atau calon wakil presiden yang berbeda. Kala itu, Prabowo yang berdampingan dengan Hatta Radjasa tumbang setelah KPU mengumumkan rekapitulasi suara pada 22 Juli.

Jokowi-Jusuf Kalla meraih 70.997.85 suara (53,15 persen), sementara Prabowo-Hatta meraih 62.576.444 suara (46,85 persen). Selisih suara keduanya 8.421.389 suara. (put)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini