nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terduga Teroris di Depok Sulit Dimintai Identitas dan Jarang Bergaul

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 21:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 20 337 2058152 terduga-teroris-di-depok-sulit-dimintai-identitas-dan-jarang-bergaul-vzcUZhcrp5.jpg Lokasi Penangkapan Terduga Teroris di Depok, Jawa Barat (foto: Wahyu M/Okezone)

DEPOK - Pasca penangkapan dan penggerebekan di sebuah rumah kontrakan KP Kebon Duren RT03/RW007 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong Depok, Jawa Barat, Senin (20/5/2019).

Ketua RT setempat Agus Waluyo mengatakan, terduga pelaku Bowi dan istrinya selalu tertutup dengan warga sekitar, selain itu saat ditanyakan identitas pelaku kerap kali menghindar.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Depok

Penangkapan Terduga Teroris di Depok, Jawa Barat (foto: Wahyu M/Okezone)

"Pelaku sama istrinya jika diminta identitas seperti KK, KTP yang bersangkutan selalu menghindar, dan terduga jarang bergaul bersama warga sekitar," ucap Agus kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti-teror Mabes Polri menangkap seorang anggota terduga teroris Bowi di Gg Remaja Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senin (20/5/2019).

Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi saat ditangkap, pelaku sedang berjalan seorang diri di lokasi tersebut.

"Pada pukul 13.00 Wib dilakukan penangkapan oleh Densus 88 Mabes Polri sekitar 30 orang terhadap terduga teroris Bowi saat sedang di jalan," ujar Budi saat dihubungi wartawan.

Setelah dilakukan penangkapan kemudian Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah kontrakan istri ke-3 bernama Triya di Kampung Kebon Duren, Rt03/07 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

Baca Juga: Terduga Teroris Bogor Siapkan 6 Bom untuk Aksi 22 Mei 

"Ketika dilakukan penggeledahan di rumah istri ketiganya rumah dalam keadaan kosong dan sudah ditinggal sejak hari Minggu tanggal 19 Mei 2019 pukul 08.00 Wib," tuturnya.

Sementara dari hasil penggeledahan Densus 88 Mabes Polri hanya berhasil membawa 2 buah Buku Jihad. "Diduga Keterlibatan pelaku yakni terlibat latihan perang sejak tahun 2017," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini