nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Kaltim: Tidak Ada Gerakan Massa ke Jakarta untuk People Power

Amir Sarifudin , Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 16:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 20 340 2058028 polda-kaltim-tidak-ada-gerakan-massa-ke-jakarta-untuk-people-power-EqSJZqJh5f.jpg

BALIKPAPAN - Momen Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2019, Forum Paguyuban Balikpapan mendeklarasikan penolakan gerakan rakyat (people power) 22 Mei 2019.

Mereka mendeklarasikan penolakan people power di halaman pemkot di hadapan Wali kota, OPD, Forum Komunikasi Pimpinan daerah dan ASN Balikpapan, Senin pagi (20/5/2019).

Pembacaan deklarasikan dibacakan Ketua Forum Paguban Bablikpapan Leo Sukoco yang diikuti perwakilan paguyuban yang mengenaikan pakaian khas daerah masing-masing. Ada lima point yang dibacakan dalam deklarasi tersebut.

(Baca Juga: Gerakan People Power Justru Timbulkan Perpecahan Antar Anak Bangsa)

“Menolak keras ajakan kepada masyarakat kota Balikpapan melalukan people power yang mengarah pada inkonstitusional, dan timbulnya perpecahan antar sesame warga masyarakat serta dapat menggangu stabilitas kamtibmas Kota Balikpapan,” katanya dalam peringatan Harkitnas.

Selain itu, forum juga mengajak semua pihak menghormati pleno KPU perhitungan suara yang akan ditetapkan pada 22 Mei 2019.

Dia mengajak seluruh warga Balikpapan untuk menjaga, membangun silaturahmi yang harmonis serta mendukung Kaltim sebagai ibukota baru Indonesia.

Pada kesempatan sama, Ketua DPRD Balikpapan menyampaikan apresiasi atas deklarasi Forum Paguyuban Balikpapan. Dia menyatakan people power bukan jalan konstitusional.

“Sudah semestilah kita paguyupan seluruh Balikpapan itu untuk menjaga kondusifitas Kota Balikpapan salah satunya dengan deklarasi pernyataan sikap tad. Tidak ada itu people power), sama-sama menghimbau tidak ada yang namanya people power. Kita tunggu keptusan resmi KPU,” tandasnya.

Abdulloh kembali menegaskan hingga kini belum mendengar bakal ada pengerahan massa dari Kota Balikpapan ke Jakarta.

“Pada dasarnya kota seluruh Indonesia mau damai. Kita imbau semualah, sampai hari ini tidak ada informasi pengerahan massa,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yahya mengatakan secara kelompok di Kaltim dipastikan tidak ada gerakan massa ke Jakarta.

“Hasil kegiatan intelejen tidak ada pengerahan massa untuk aksi di Jakarta tapi kalau kegiatan personal satu dua orang agak sulit (deteksi). Mudah-mudahan tidak ada gerakan massa dari Kaltim ke Jakarta,” katanya.

Sejumlah tokoh agama, masyarakat, suku dan paguyuban di Kaltim pada Minggu kemarin 19 mei mendeklarasikan menolak pengerasan massa ke Jakarta.

“Mereka mewakili masyarakat di Kaltim sehingga diharapkan bisa efektif meredam seluruh elemen masyarakat untuk mengurungkan niatnya kalau ada ya,” ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini