Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel meminta agar aksi 22 Mei yang ramai dibicarakan di media sosial tidak perlu dibesar-besarkan. “Itu merupakan pestanya rakyat, dimana rakyat akan menyaksikan hasil rekapitulasi penghitungan suara,” tuturnya.
“Saya percaya seluruh masyarakat terutama di Jawa Tengah bisa bersikap dewasa, dan demokratis. Seperti dalam pelaksanaan Pemilu yang berjalan dengan aman dan sejuk. Saya percaya masyarakat akan mendukung hasil KPU,” terangnya.
Terkait pengamanan dalam aksi 22 Mei sendiri, Kapolda menyatakan bahwa pengamanan itu pasti ada. “Kan sudah tugasnya Polisi untuk mengamankannya,” tegas Kapolda.
Selain Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Daroji dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, acara tersebut juga dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, para ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Jawa Tengah.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.