nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Semarang Diimbau Tak Ikut Aksi 22 Mei di Jakarta

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 11:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 20 512 2057852 warga-semarang-diimbau-tak-ikut-aksi-22-mei-di-jakarta-GNeGvhXKkG.jpg Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto : Taufik Budi)

SEMARANG – Warga Kota Semarang Jawa Tengah diimbau tak turut serta dalam aksi people power yang sedianya dilakukan pada 22 Mei. Kegiatan pengerahan massa itu rawan terjadi konflik horisontal.

"People power atau istilah lainnya menurut saya hal itu tidak perlu dilakukan pada era sekarang. Kita mengerti bahwa pemerintah, kepolisian, sampai dengan Muspida sangat kooperatif dan terbuka," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (20/5/2019).

"Lebih baik hal-hal yang membuat sekelompok masyarakat tidak berkenan, ya diselesaikan melalui jalur hukum. Kenapa harus mengerahkan massa yang ternyata itu saudara kita coba ditandingkan dengan massa yang lain yang ternyata saudara keluarga besar negara Indonesia, lalu mereka berantem. Apa manfaatnya?" tuturnya.

Ilustrasi demo

Politikus PDIP itu mengimbau pihak-pihak yang tak puas dengan hasil Pemilu 2019 untuk menempuh jalur konstitusional. Apalagi, bila pihak tersebut memiliki bukti yang cukup sehingga tidak dilakukan melalui peradilan jalanan.

"Lebih baik kalau ada ketidakpuasan disampaikan secara resmi ke pengadilan, aparat penegak hukum, supaya ada sebuah solusi yang mereka tadinya curiga itu hasilnya secara hukum seperti apa," katanya.

Pria yang akrab disapa Hendi itu menyampaikan, Kota Semarang relatif kondusif pasca-pesta demokrasi pada 17 April 2019. "Ya enggak (perlu ikut-ikutan aksi people power-red). Biar diselesaikan oleh bos-bos. Semarang insya Allah adem-adem saja," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini