Ini 7 Faktor Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 20 Mei 2019 05:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 20 605 2057751 ini-7-faktor-kemenangan-jokowi-ma-ruf-amin-di-pilpres-2019-zDCTc93MTz.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie menyebut ada tujuh alasan utama terkait kemenangan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin atau Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019. Salah satunya, yakni kesolidan relawan dalam mendukung jagoannya di pesta demokrasi tersebut.

“Faktor Kedua, pembagian ertifikat tanah. Sejauh ini Presiden Jokowi getol memberikan bantuan buat masyarakat kurang mampu lewat programnya tersebut. Tercatat 2017 Jokowi membagikan 5 juta sertifikat, 2018 sebanyak 7 juta dan 2019, 9 juta bahkan sampai 11 juta. Kalau ditambah sebanyak 23 juta, ini saja suara Jokowi cukup signifikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Senin (20/5/2019).

Tak hanya program pembagian sertifikat tanah secara gratis, kata dia, yaitu dana desa salah satu keunggulan paslon nomor urut 02 tersebut. Dalam tahun 2016 pemerintah mengucurkan anggaran sebesar 2015 (Rp 20,77 triliun), 2016 (Rp 46,98 triliun), 2017 (Rp 60 Triliun) dan 2018 (Rp 70 triliun) ditambah dana kelurahan Rp 3 triliun. Dari jumlah itu masyarakat cukup potensial menjadi pemilihnya.

“Keempat, Didukung Warga NU. Kita tahu bersama NU punya peran penting dalam kemenangan Jokowi. Jumlah anggota menurut laporan 2015 sebanyak 90 juta. Jadi, suara mereka cukup dominan. Khususnya basis NU Jawa Timur dengan jumlah pemilih terbanyak kedua dibawah Jawa Barat dengan total pemilih 30,9 juta,” katanya.

 Jokowi-Maruf Amin

Menurut dia, pemilih kaum milenial cukup berpengaruh dalam mensukseskan Jokowi-Ma’ruf menumbangkan lawannya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu dapat dilihat dari hasil survei LSI pilpres. Di mana dukungan Jokowi-Ma’ruf di segmen pemilih milenial dalam rentang 54, 9 persen hingga 64,8 persen. Sementara dukungan Prabowo-Sandi di pemilih milienal, hanya 35,2 persen hingga 45,1 persen.

“Keenam, faktor pembangunan infrastruktur. Tahun 2019, anggaran infrastruktur Rp 410,4 triliun dan 2019 tembus Rp 415 triliun. Anggaran ini cukup fantastis. Tapi semua untuk pembangunan. Dengan anggaran Rp 187 triliun pemerintahan Jokowi mampu membangun 191 ribu km jalan desa. Sampai 2018 telah terbangun 3432 km jalan nasional. Sedangkan selang 4 tahun pemerintahannya, Jokowi telah membangun 41,063 meter jembatan. Bahkan membangun Light Rail Transit (LRT) di Palembang dengan anggaran Rp 11,4 triliun, dan pembangunan MRT di Jakarta,” kata dia.

Indikator terakhir, lanjut dia, kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedua daerah itu adalah lumbung suara mereka. Kendati kalah di Jawa Barat dan Banten, tapi dua daerah ini bisa menutupi kekalahan di Pulau Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

“Di Jawa Tengah yang dikuasai PDI-P, Jokowi unggul selisih cukup besar yakni 11,8 juta suara sedangkan di Jawa Timur Jokowi-Ma'ruf memperoleh 16.231.668 suara atau 65,79 persen. sementara, Prabowo-Sandi 8.441.247 suara atau 34,21 persen,” ujar Jerry.

 Real Count KPU

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini