Menanti Hasil Pemilu 2019, Sultan HB X: Jaga Persatuan meski Berbeda Pilihan

Antara, · Senin 20 Mei 2019 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 20 605 2057832 menanti-hasil-pemilu-2019-sultan-hb-x-jaga-persatuan-meski-berbeda-pilihan-Yx74T342Lq.jpg Sri Sultan Hamengku Buwono X (Okezone)

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta  mengatakan perbedaan dalam demokrasi khususnya selama pelaksanaan Pemilu 2019 merupakan hal biasa meski tetap perlu memperhatikan batas-batas yang disepakati sesuai Undang-Undang.

"Perbedaan pendapat itu biasa saja tidak ada masalah, demokrasi itu seperti itu hanya bagaimana batas-batas itu harus dipahami semua pelaku politisi maupun para pejabat," kata Sultan HB X seusai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 di Alun-alun Utara melansir laman Antaranews, Yogyakarta, Senin (20/5/2019).

 Baca juga: Rekapitulasi KPU di 30 Provinsi: Jokowi-Ma'ruf Menang di 18 Provinsi, Prabowo-Sandi 12

Oleh sebab itu, dengan memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Sultan berharap menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 yang akan diumumkan KPU RI pada 22 Mei masyarakat tetap menjaga persatuan meski sebelumnya memiliki perbedaan pilihan politik.

 Sri Sultan Hamengku Buwono X

"Saya kira masyarakat bisa memahami itu bahwa (pemilu) kita ini untuk menentukan legislatif, presiden, wakil presiden, bukan yang lain," kata dia.

Menurut Sultan, persatuan dan kesatuan merupakan aspek mendasar yang perlu terus dijaga sebab melalui dua hal tersebut Indonesia sebagai sebuah negara bisa terbentuk.

 Baca juga: Demokrat Tegaskan Tetap Bersama Prabowo-Sandi Sampai 22 Mei

Apabila masyarakat merasa tidak puas dengan hasil pemilu, menurut dia, masyarakat bisa menyelesaikan sesuai aturan perundang-undangan yang ada.

Sultan enggan berkomentar banyak mengenai rencana sekelompok orang yang hendak menggelar aksi di Jakarta pada 22 Mei saat pengumuman hasil Pemilu 2019.

 Baca juga: Ini 7 Faktor Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019

"Konteksnya (aksi apa) kan tidak tahu persis. Lha kalau ada kekurangan dalam pelaksanaan pemilu ya diakui saja mesti ada kekurangan, masak sempurna tidak ada masalah, karena ada orang yang juga berbuat masalah kan gitu. Tetapi kalau masalah itu bisa diselesaikan sesuai ketentuan perundangan sudah selesai," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini