nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musim Mudik Lebaran 2019, Ini Rincian Waktu dan Jenis Angkutan Barang yang Dibatasi Operasionalnya

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 11:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 21 1 2058316 musim-mudik-lebaran-2019-ini-rincian-waktu-dan-jenis-angkutan-barang-yang-dibatasi-operasionalnya-jEYM18cny7.jpg Foto: Kemenhub

JAKARTA - Dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran Tahun 2019/1440 H, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019. Untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada beberapa ruas jalan tol dan jalan nasional pada masa angkutan lebaran Tahun 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan pengaturan lalu lintas selama puncak arus mudik dan balik.

“Mobil barang yang dikenakan pembatasan operasional adalah mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan; dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Peraturan Menteri ini bertujuan untuk melakukan pembatasan operasional terhadap mobil barang dan penutupan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Untuk pembatasan operasional mobil barang berlaku di ruas jalan tol dan ruas jalan nasional pada 30 Mei 2019 mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan 2 Juni 2019 pukul 24.00 WIB; dan 8 Juni 2019 mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan 10 Juni 2019 pukul 24.00 WIB.

Dirjen Budi juga menyampaikan ruas jalan tol yang dikenakan pembatasan operasional mobil barang meliputi:

a) Terbanggi Besar-Bakauheni;

b) Jakarta-Tangerang-Merak;

c) Jakarta Outer Ring Road;

d) Prof. DR. Ir. Sedyatmo;

e) Jakarta-Bogor-Ciawi-Cigombong;

f) Jakarta-Cikampek-Palimanan-Kanci-Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang;

g) Purwakarta-Bandung-Cileunyi;

h) Krapyak-Jatingaleh, Semarang;

i) Jatingaleh-Srondol, Semarang;

j) Jatingaleh-Muktiharjo, Semarang;

k) Semarang-Solo;

l) Solo-Ngawi;

m) Ngawi-Kertosono;

n) Kertosono-Mojokerto;

o) Mojokerto-Surabaya;

p) Surabaya-Gempol;

q) Gempol-Pandaan;

r) Gempol-Pasuruan;

s) Pasuruan-Probolinggo; dan

t) Pandaan-Malang.

Sedangkan untuk ruas jalan nasional meliputi:

a) Medan-Berastagi Tanah Karo;

b) Pematang Siantar-Parapat Simalungun;

c) Palembang-Jambi;

d) Gerem-Merak;

e) Bandung-Nagreg-Tasikmalaya;

f) Pandaan-Malang;

g) Probolinggo-Lumajang;

h) Jombang-Caruban;

i) Banyuwangi-Jember; dan

j) Denpasar-Gilimanuk.

“Pembatasan operasional dikecualikan bagi mobil barang pengangkut sepeda motor dalam rangka mudik dan balik gratis angkutan lebaran, pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta barang-barang pokok seperti beras, tepung terigu, dan sebagainya," ujar Budi Setiyadi.

Mobil barang pengangkut tersebut harus dilengkapi dengan surat muatan yang diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut. “Surat muatannya harus mempunyai keterangan jenis barang yang diangkut, tujuan pengiriman barang, nama dan alamat pemilik barang. Setelah lengkap, surat tersebut ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri mobil pengangkut,” kata Dirjen Budi.

Sementara itu terkait penutupan UPPKB dimulai pada 29 Mei pukul 00.00 WIB sampai dengan 12 Juni pukul 24.00 WIB. “UPPKB yang ditutup ini akan difungsikan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan,” tutup Dirjen Budi.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini