nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Houthi Yaman Bantah Tembakan Misil ke Makkah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 20:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 21 18 2058599 houthi-yaman-bantah-tembakan-misil-ke-mekah-3Qd6B7wXm0.jpg Prajurit Houthi di kota Sanaa, Yaman. Foto/Reuters

DUBAI – Kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran di Yaman membantah telah menembakkan dua misil ke arah kota suci Makkah, pada Senin dini hari seiring meningkatnya ketegangan antara Teheran dan negara-negara Teluk yang bersekutu dengan Amerika Serikat.

"Rezim Saudi berusaha, melalui tuduhan-tuduhan ini, untuk menggalang dukungan bagi agresi brutalnya terhadap rakyat Yaman," kata juru bicara militer Houthi Yahya Sarea di Facebook.

Media Al Arabiya milik Saudi, mengutip saksi mata, melaporkan bahwa pasukan pertahanan udara Saudi berhasil menembak jatuh dua misil di atas kota-kota Taif dan Jeddah. Yang pertama diarahkan ke Mekah, katanya, tanpa memberikan bukti.

Seorang juru bicara untuk pertempuran koalisi militer pimpinan Saudi di Yaman tidak menanggapi pernyataan Houthi.

Lebih dari dua juta Muslim dari seluruh dunia melakukan ritual naik haji ke Mekah selama bulan suci Ramadhan.

Arab Saudi menuduh Iran memerintahkan serangan pesawat tak berawak pekan lalu di dua stasiun pompa minyak di kerajaan, di mana Houthi mengaku bertanggung jawab. Teheran membantah melakukannya.

AS dan Iran telah memperdebatkan sanksi dan kehadiran militer AS di wilayah tersebut, meningkatkan kekhawatiran tentang potensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada hari Minggu, kantor berita SABA yang dikelola Houthi mengatakan kelompok itu akan memulai operasi militer terhadap 300 target militer penting, termasuk markas besar dan fasilitas di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dan di Yaman.

Orang-orang Houthi menyangkal menjadi boneka Iran dan mengatakan mereka sedang melakukan revolusi melawan korupsi.

Houthi telah berulang kali menargetkan kota-kota Saudi dan instalasi minyak dengan rudal dan drone, sebagian besar di daerah perbatasan. Dua kali serangan terjadi pada 2016 dan 2017, koalisi mengatakan kelompok itu telah meluncurkan rudal ke arah Mekah, tetapi gerakan itu mengatakan mereka menargetkan bandara terdekat.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini