"Kami berjuang bukan untuk pribadi kami, tapi sungguh untuk kedaulatan rakyat untuk demokrasi untuk Indonesia merdeka bebas dari penjajahan apapun, penjajahan terselebung, penjajahan yang direkayasa dengan manis," tegasnya.
Selain itu, ia juga kembali menegaskan jika ada isu yang menyatakan akan ada kerusahan saat Aksi 22 Mei di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), bukanlah dari pendukung dirinya.
"Tidak ada niat kami untuk makar, tidak ada niat maksud kami melanggar hukum, justru kami ingin mengamankan hukum, menegakan keamanan. Katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah," pungkasnya.

(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.