nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto Sebut Perusuh di Jakarta Preman Bertato yang Dibayar

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 14:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 22 337 2058967 wiranto-sebut-perusuh-di-jakarta-preman-bertato-yang-dibayar-q6OM0iRyRy.jpg Menko Polhukam, Wiranto (foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto menegaskan, bahwa massa yang membuat kericuhan saat Aksi 22 Mei di Bawaslu RI dan disejumlah daerah merupakan preman bayaran.

"Massa yang membuat kekacauan adalah preman-preman yang dibayar dan bertato," kata Wiranto kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Saat ini, kata Wiranto, pihak Polri dan TNI dan sejumlah stakholder masih melakukan investigasi terkait kericuhan yang terjadi di Ibukota Jakarta sejak semalam hingga dini hari.

"Kita coba lakukan investigasi, kesimpulan kita ada skenario," pungkasnya.

 Aksi 22 Mei

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa hingga saat ini Polri telah mengamankan 62 orang yang diduga berperan sebagai provokator aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu yang berakhir ricuh di sejumlah titik di Jakarta.

Menurut dia, puluhan orang tersebut ditangkap polisi di berbagai titik demonstrasi di Jakarta diantaranya kawasan Tanah Abang, Jalan KS Tubun, Petamburan dan Slipi. Mereka diduga bukan warga Jakarta.

Mantan Wakapolda Kalteng ini pun menjelaskan kronologi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta pada Selasa (21/5) yang berujung ricuh pada Rabu dini hari.

 Aksi 22 Mei

Awalnya unjuk rasa berjalan damai dan tertib di depan Gedung Bawaslu. Polri bahkan memberikan kelonggaran waktu hingga malam hari.

"Kami beri kelonggaran hingga buka puasa bersama, shalat isya dan tarawih. Bahkan anggota kami (polisi) shalat bareng massa. Setelah itu diimbau oleh kapolres untuk bubar," katanya.

Kemudian massa peserta aksi membubarkan diri pada Selasa (21/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Namun sekitar pukul 23.00, tiba-tiba sekelompok massa berjumlah ratusan orang muncul di depan Gedung Bawaslu dan merusak kawat pembatas berduri.

 

Petugas awalnya berupaya membubarkan massa dengan negosiasi. Namun massa tetap bertahan.

"Massa didorong oleh petugas (aparat). Pada saat pendorongan itu, massa melemparkan batu, kayu dan bom molotov," katanya.

Kemudian petugas terus berupaya mendorong massa menjauhi Gedung Bawaslu. Tercatat Rabu pukul 03.00 WIB dini hari, akhirnya massa mundur ke arah Tanah Abang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini