nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merapi Alami 2 Kali Gempa Guguran Dalam 6 Jam

Antara, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 23 510 2059380 merapi-alami-2-kali-gempa-guguran-dalam-6-jam-HOtV7gEwVu.jpg Gunung Merapi (BNPB)

YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan bahwa Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami dua kali gempa guguran pada Kamis.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan resminya mengatakan gempa guguran yang terekam selama periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB amplitudonya 10-20 mm dan berlangsung 36-77 detik.

 Baca juga: Merapi Alirkan Lava Sejauh 700 Meter ke Arah Hulu Kali Gendol

Melansir laman Antaranews, hasil pengamatan visual menunjukkan kawah gunung api paling aktif di Indonesia itu mengeluarkan asap putih tebal setinggi 20 meter di atas puncak kawah gunung.

 https://img-z.okeinfo.net/content/2019/05/19/512/2057508/gunung-merapi-kembali-luncurkan-guguran-lava-sejauh-450-meter-OcRZtoAi3E.jpg

Di gunung api itu, angin bertiup lemah ke arah timur, suhu udara 15-19 derajat Celsius, kelembaban udara 67-96 persen, dan tekanan udara 568-710 mmHg.

 Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Sejauh 1,2 Km

Hasil analisis foto udara pada 4 Mei 2019 menunjukkan volume kubah lava Merapi 458.000 meter kubik. Sejak Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap karena sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awan panas.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

 Baca juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Jarak Luncur hingga 1.200 Meter

BPPTKG meminta warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi, dan mengimbau warga sekitar kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan karena jarak luncur awan panas guguran Merapi semakin jauh.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini