nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Sadarkan Diri Karena Mabuk, Pria di China Bangun dengan Penis Terpotong

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 05:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 25 18 2060373 tak-sadarkan-diri-karena-mabuk-pria-di-china-bangun-dengan-penis-terpotong-XTABqhjRTF.jpg Foto: Reuters.

HUAIHUA - Seorang pria di China kehilangan penisnya yang secara misterius dipotong setelah dia tidak sadarkan usai minum-minum sampai mabuk pada malam sebelumnya.

Pria berusia 44 tahun yang diketahui bermarga Tan itu bangun dengan rasa sakit dan pendarahan serius sebelum dia merasakan alat kelaminnya telah dipotong oleh seseorang dengan alat yang tajam.

Keluarga Tan yang terkejut segera melarikannya ke rumah sakit, dan dokter berhasil menjahit kembali penis yang terpotong itu hampir 15 jam kemudian.

Insiden itu terjadi di Kota Huaihua di Provinsi Hunan, selatan Cina pada awal bulan ini.

Menurut laporan media lokal Sanxiang City Express yang dilansir Daily Mail, Tan pergi dengan teman-temannya untuk minum-minum pada 7 Mei malam. Dia minum hampir setengah liter baijiu, sejenis anggur beras Cina yang kuat dengan kadar alkohol rata-rata 45 persen.

Tan yang mabuk kehilangan kesadaran beberapa saat setelahnya.

Tetapi keesokan paginya, dia bangun di rumahnya menjerit ketika dia menyadari bahwa seseorang telah memotong penisnya sekira dua sentimeter dari akarnya. Penis yang terputus terhubung ke tubuhnya dengan sepotong kecil kulit.

Anggota keluarga Tan, yang terkejut dengan pemandangan itu, segera membawanya untuk mencari perawatan medis. Mereka pergi ke berbagai rumah sakit, tetapi dokter tidak mampu menyambungkan kembali organ seksual itu.

Dia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Xiangya di Ibu Kota Provinsi Changsha delapan jam kemudian.

Seorang ahli bedah dari rumah sakit itu mengatakan bahwa Sebuah tim khusus dengan para ahli dari berbagai departemen berhasil menjahit kembali penis Tan setelah operasi bedah selama tujuh jam.

Ahli bedah juga memperbaiki uretra, jaringan kenyal dan pembuluh darahnya.

Dr. Wu Panfeng dari Departemen Bedah Mikro Tangan rumah sakit mengatakan warna penis Mr Tan kembali normal sepekan setelah prosedur. Dia berharap Tan bisa buang air kecil sendiri dalam dua hingga tiga pekan.

"Setelah itu, kami akan bekerja sama dengan spesialis urologi dan psikolog untuk merawat pasien untuk membantunya mencapai kehidupan seks yang normal," kata Dr. Wu.

Meskipun Tan terluka parah, ia memutuskan untuk tidak melapor pada polisi.

Saudaranya mengatakan kepada wartawan bahwa Tan tidak akan membicarakan masalah ini ketika sedang dalam pemulihan di rumah sakit.

Pria itu juga menolak memberi tahu keluarganya mengenai siapa yang mungkin telah memotong penisnya dan kemungkinan motif mereka.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini