Video yang sudah dihapus dari kanal Youtube tersebut sempat ditonton 27.891 kali saat tangkapan layar diambil.
Hasil penelusuran yang dilakukan Adi Syafitrah, salah satu relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), diketahui sudah ada pernyataan tegas dari TNI bahwa informasi yang menyebutkan pria itu oknum TNI adalah hoaks.
Dari beberapa pemberitaan di media nasional, kata Adi, bahwa Kapuspen TNI, Mayjen Sisriadi sudah memberi klarifikasi terkait video viral itu. Video tersebut, disebut diambil seseorang di Masjid Al-Ishlah, Petamburan, pada 22 Mei 2019 pukul 11.45 WIB saat kerusuhan terjadi.
Sisriadi, dalam keterangannya, mengatakan personel yang berpakaian loreng adalah anggota Yonif 315 yang BKO Kodam Jaya dan ditugaskan di Petamburan. Personel itu sedang melakukan pendekatan kepada tokoh agama untuk menenangkan massa yang emosional, tiba-tiba masuk seseorang ke dalam mesjid dan menyampaikan ujaran provokatif.
Berdasarkan informasi masyarakat sekitar Masjid Al-Ishlah, orang yang melakukan provokasi tersebut tidak dikenal dan bukan warga Petamburan.