nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi 22 Mei Tak Berpengaruh Banyak bagi Pedagang Kurma Tanah Abang

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 22:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 26 338 2060600 aksi-22-mei-tak-berpengaruh-banyak-bagi-pedagang-kurma-tanah-abang-rwm1tUQ3D1.jpg Pedagang kurma di Pasar Tanah Abang. (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Kurma biasanya menjadi pilihan favorit bagi keluarga untuk berbuka puasa. Buah asal Timur Tengah itu dinilai memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh setelah menjalani ibadah puasa sehari penuh.

Tak heran jika buah ini selalu dicari, terlebih ketika momentum bulan Ramadan seperti saat ini. Salah satu lokasi yang menjadi perburuan kurma yakni di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Namun tiga hari belakangan atau pada 21 hingga 23 Mei 2019, Pasar Tanah Abang tidak beroperasi normal. Itu terjadi karena adanya aksi yang menimbulkan kericuhan, salah satu lokasinya di Tanah Abang.

(Baca juga: Melihat Pasar Tanah Abang yang Kembali Hidup Pasca-Rusuh 21-22 Mei)

Salah seorang pedagang kurma, Syaviga, mengatakan akibat unjuk rasa tersebut pihaknya harus menutup toko selama dua hari. Hal itu tentu menimbulkan kerugian.

"Kita baru buka pas Jumat 24 Mei itu kan sudah mendingan, tapi pengaruhnya lumayan ke dagangan bisa jutaan," tuturnya saat berbincang dengan Okezone, Minggu (26/5/2019).

(Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

Meski demikian, peristiwa tersebut tidak terlalu berpengaruh, sebab para pembeli kurma sebagian besar sudah berlangganan, sehingga banyak yang sudah memesan sebelumnya.

"Paling banyak yang langganan. Ada juga orang lewat beli. Tapi pas kemarin Jumat memang sepi itu pembeli," ungkapnya.

Ia mengatakan, mengenai harga bervariasi, mulai Rp50 ribu hinggga Rp350 ribu, tergantung jenis kurma. Paling banyak mereka membeli kurma jenis Ajwa yakni Rp350 ribu per kilogram.

(Baca juga: Romantis, Warga Beri Bunga ke TNI-Polri yang Berjaga di Sekitar Bawaslu)

Pedagang kurma lainnya, Idil, mengatakan bahwa dampak Aksi 22 Mei tidak terlalu berpengaruh terhadap barang dagangannya. Lapak dagangan Idil persis di seberang Pasar Tanah Abang Blok B yang menjadi salah satu lokasi kericuhan.

"Pengaruhnya enggak terlalu karena saya cuma tutup dua hari pas rusuh itu kan Kamis dan Jumat, setelah itu saya buka," ceritanya.

Tetapi dirinya mengakui peristiwa tersebut memengaruhi pendapatan karena banyak pembeli yang takut datang ke Pasar Tanah Abang. "Sekarang kan sudah balik normal, jadi biasa saja," tukasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini