nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Pembakaran Mapolsek Tambelangan Ada yang Bersembunyi di Ponpes

Syaiful Islam, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 22:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 26 519 2060602 pelaku-pembakaran-mapolsek-tambelangan-ada-yang-bersembunyi-di-ponpes-qTNyM8tx5T.jpg Penjara (Shuterstock)

SURABAYA - Polda Jatim terus mengembangkan pengungkapan kasus pembakaran mapolsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, meskipun sudah berhasil menangkap 6 orang pelaku. Di mana masih ada pelaku yang buron.

Bahkan ada yang bersembunyi atau berlindung di pondok pesantren (ponpes). Saat ini polisi sudah melakukan koordinasi dengan ponpes untuk menyerahkan pelaku. Polisi sudah mengantongi identitas pelaku.

 Baca juga: Polsek Tambelangan Sampang Dibakar Massa

"Ulama akan bantu kita bahkan akan menyerahkan (pelaku) karena kami tahu pelaku sedang berlindung di ponpes. Kami sudah koordinasi dengan ponpes untuk menyerahkan diri karena kami sudah punya identitas mereka," terang Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan pada wartawan usai silaturrahmi dengan ulama asal Sampang di rumah dinas, Minggu (26/5/2019).

 Ilustrasi Kebakaran

Menurut Luki, dalam penegakan hukum kasus pembakaran mapolsek Tambelangan, Sampang polisi bersikap profesional. Pihaknya tidak akan salah dalam menentukan pelaku pengrusakan karena memakai IT.

 Baca juga: Pasca Mapolsek Tambelangan Dibakar, Polda Jatim Kirim 300 Personel

"Sementara untuk polsek sendiri agar tetap beroperasi kami mendirikan tenda yang dibantu camat. Sedangkan motif pembakaran polsek karena ada isu warga Madura yang di Jakarta membuat video mereka tidak bisa keluar, karena dihadang dan ada temannya ditahan aparat," papar Luki.

Ia menambahkan, pihaknya masih menyelidiki itu untuk mengetahui siapa yang membuat video, termasuk siapa yang membuat bom molotov. Sebab di lokasi kejadian dan sekitar polsek Tambelangan ditemukan puluhan bom molotov.

"Saat ini kami sudah menangkap enam pelaku pembakaran mapolsek Tambelangan, dan sedang diperiksa secara maraton oleh penyidik di mapolda Jatim," tandas Luki.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini