nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Buru 5 Habib Terkait Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 14:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 27 519 2060869 polisi-buru-5-habib-terkait-kasus-pembakaran-mapolsek-tambelangan-qJQ3jUKc6W.jpg Polda Jatim gelar perkara kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, di Mapolda Jawa Timur, Senin (27/5/2019). (Foto : Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA – Polda Jatim masih memburu 5 oknum habib terkait kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura. Para habib ini bersembunyi agar bisa lolos dari kejaran polisi usai peristiwa pembakaran Mapolsek Tambelangan.

Polisi mengimbau kepada kelima habib yang masih buron tersebut untuk segera menyerahkan diri pada petugas. Sebab Polda Jatim sudah melakukan pertemuan dengan tokoh agama se-Kabupaten Sampang. Lalu para tokoh agama mendukung langkah polisi dalam penegakan hukum.

"Ada 5 oknum habib lagi yang akan ditangkap. Kami sudah melakukan pertemuan dengan tokoh agama se-Sampang dan beliau bantu. Kami berharap dari masyarakat Sampang yang memang terlibat untuk menyerahkan diri," tutur Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, Senin (27/5/2019).

Di samping itu, sambung Luki, pihaknya mengamankan alat komunikasi yang ditemukan di salah satu rumah tersangka yang berhasil ditangkap. Pihaknya masih mendalami penemuan alat komunikasi itu.

"Motorolo (alat komunikasi-red) ini standar yang dipakai TNI/polri. Ini ada aturan main dalam menggunakan telekomunikasi. Ini juga kita dalami baju ini (TNI) dari mana asalnya. Mudah-mudahan semua terbongkar termasuk sajam (senjata tajam-red)," ujarnya.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan (syaiful islam)

Menurut Luki, motifnya pembakaran Mapolsek Tambelangan lantaran adanya kekecewaan dari masyarakat Madura yang ingin berangkat ke Jakarta pada 21 Mei 2019 dini hari. Kemudian mereka berhasil dikembalikan ke rumahnya oleh TNI/Polri. Lalu yang kedua, karena ada kiriman video yang menyebutkan ada warga Madura tertahan di Jakarta dan diviralkan.

"Rasa sakit hati dan kecewa sehingga melakukan pembakaran mapolsek. Kami juga coba telusuri aliran dananya dari mana. Hukuman untuk aktor intelektual yakni habib AKA (sudah ditangkap) lebih berat. Habib AKA membawa 70 orang," tuturnya.


Baca Juga : Pelaku Pembakaran Mapolsek Tambelangan Ada yang Bersembunyi di Ponpes

Dalam kasus ini, polisi sudah menangkap dan menetapkan lima orang tersangka. Mereka meliputi Habib Abdul Kodir Al Hadad (AKA), Habib Hasan (Hn). Disusul Hadi (Hi), Ali (AL) dan Supandi (Sp).


Baca Juga : Oknum Habib Jadi Aktor Intelektual Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini