nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Merapi Luncurkan Dua Guguran Lava Pijar Sejauh 500-600 Meter

Antara, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 09:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 28 510 2061167 gunung-merapi-luncurkan-dua-guguran-lava-pijar-sejauh-500-600-meter-RHA5IzOjJf.jpg Gunung Merapi. (Foto: Antaranews)

YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan dua kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 500 sampai 600 meter pada Selasa 28 Mei 2019. Hal ini sebagaimana diungkapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Mengutip dari Antaranews, Selasa (28/5/2019), Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta menyebutkan dua guguran lava yang terpantau melalui kamera CCTV pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB mengarah ke hulu Kali Gendol.

(Baca juga: Merapi Alami Dua Kali Gempa Guguran Dalam 6 Jam)

Selain guguran lava pijar, selama periode itu BPPTKG juga merekam 10 gempa guguran dengan amplitudo 3–27 mm dan durasi 23–92 detik dan 1 kali gempa frekuensi rendah banyak dengan amplitudo 3 mm selama 13,6 detik.

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 30 meter di atas puncak kawah. Angin di Gunung Merapi bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udara 15–19 derajat Celsius, kelembapan udara 74–88 persen, dan tekanan udara 627–688 mmHg.

Hingga kini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

(Baca juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Pijar ke Kali Gendol)

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. Kemudian tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini