Diklaim Miliki Anak Haram, Mantan Raja Belgia, Albert II Serahkan Sampel DNA

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 29 Mei 2019 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 29 18 2061677 diklaim-miliki-anak-haram-mantan-raja-belgia-albert-ii-serahkan-sampel-dna-m8A6fox1nO.jpg Delphine Boel dan Albert II

BRUSSELS – Mantan Raja Belgia, Albert II telah menyerahkan sampel DNA-nya untuk menghindari denda sebesar 5.000 euro (sekira Rp80,3 juta), sehari setelah dia diklaim memiliki anak haram pada 1960-an. Bangsawan berusia 84 tahun itu memberikan sampel air liurnya sebagai bukti untuk membantah klaim ayah yang dilayangkan seniman Belgia, Delphine Boël selama lebih dari satu dekade.

Albert II yang berkuasa dari 1993 sampai 2013 membantan klaim Boël itu.

Awal bulan ini, pengadilan banding Belgia memutuskan bahwa sang mantan raja harus dihukum karena menolak melakukan tes. Sang mantan raja diperintahkan oleh pengadilan Brussels pada Februari untuk memberikan sampel dalam waktu tiga bulan atau berisiko dianggap sebagai ayah dari Boël.

"Dia mencatat bahwa pengadilan telah memutuskan bahwa kesimpulan dari pemeriksaan ini akan sangat rahasia sampai keputusan pengadilan baru," kata pengacaranya, Alain Berenboom dalam pernyataan yang dilansir BBC, Rabu (29/5/2019).

Kemungkinan tidak akan ada putusan pengadilan baru sampai akhir tahun ini.

Rumor bahwa raja memiliki anak haram pertama kali muncul pada 1999 dalam biografi yang tidak resmi tentang istrinya. Tuduhan itu memicu skandal kerajaan dan gosip media yang bertahan lama di Belgia.

Boël pertama kali secara tercatat menuduh bahwa Raja Albert adalah ayah kandungnya dalam wawancara pada 2005.

Ibunya, Baroness Sybille de Selys Longchamps, mengklaim keduanya berselingkuh antara 1966 dan 1984 ketika dia masih berstatus sebagai Pangeran Albert dari Liège. Namun, setelah kematian kakak laki-lakinya pada 1993 pada usia 62 tahun, Raja Albert tiba-tiba naik takhta.

Dia memegang jabatan itu sampai Juli 2013, ketika dia mengumumkan pengunduran dirinya - dengan alasan kesehatan yang buruk - dan digantikan oleh putranya, Philippe. Dia disebut-sebut menerima pendapatan tahunan sekira 1 juta euro.

Tak lama setelah abdikasi, Boël membuka proses pengadilan untuk membuktikan bahwa Albert adalah ayahnya, memprovokasi spekulasi bahwa skandal tersebut telah memengaruhi keputusan Albert untuk turun takhta.

Awal tahun ini, sang Raja menolak untuk memenuhi perintah pengadilan 2018 untuk menjalani tes DNA dan mengajukan banding.

Pengadilan pada awalnya menetapkan batas tiga bulan bagi Albert untuk memberikan sampel air liur untuk pengujian, dan mengatakan bahwa tanpa sampek air liur tersebut Boël akan dianggap putrinya dan berhak atas warisan apa pun.

Belgia memiliki monarki konstitusional di mana raja memainkan peran seremonial.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini