nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laptop Penuh Virus Berbahaya Terjual Sebagai Karya Seni Seharga Rp18,7 Miliar

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 12:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 29 18 2061723 laptop-penuh-virus-berbahaya-terjual-sebagai-karya-seni-seharga-rp18-7-miiar-PumXwNR8Yj.jpg Foto: AFP.

WASHINGTON – Bagi seorang seniman asal China, Guo O Dong, sebuah laptop berisi enam virus paling berbahaya adalah sebuah karya seni yang melambangkan ancaman paling menakutkan di dunia.

Pada Selasa, karya kreasi Dong bertajuk "The Persistence of Chaos" mengguncang dunia seni, terjual lebih dari USD1,3 juta (sekira Rp18,7 miliar) dalam sebuah lelang melalui daring di New York. Demikian diwartakan AFP, Rabu (29/5/2019).

Tidak ada yang istimewa dari laptop Samsung keluaran 2008 dengan layar 10 inch dan sistem operasi lawas Windows XP itu. Namun, di dalam memorinya diisi dengan virus-virus paling berbahaya bagi komputer: "I LOVE YOU" dari tahun 2000, “Sobig” dari 2003, “MyDoom” dari 2004, “DarkTequila” dari 2013, “BlackEnergy” dari 2015 dan malware terkenal “WannaCry” dari 2017.

Guo mengatakan bahwa laptop itu adalah simbol kuat mengenai ancaman yang dapat ditimbulkan sebuah laptop ke seluruh dunia. Keenam trojan, worm, dan malware yang dimuat di dalam laptop tersebut telah menyebabkan setidaknya kerugian sedikitnya USD95 miliar di seluruh dunia.

Keterangan dari pelelangan yang diselenggarakan oleh kelompok keamanan siber, Deep Instinct itu menyebutkan bahwa Guo adalah seorang seniman internet "yang karyanya mengkritik budaya modern yang sangat terhubung dengan jaringan."

Komputer itu diperlihatkan melalui streaming video daring, dalam kondisi lelang yang tidak berbahaya. Laptop itu dihidupkan, tetapi tidak terhubung ke jaringan atau internet.

Tapi benda itu disertai dengan peringatan bagi pembelinya untuk tidak melepaskan program-program berbahaya di dalamnya, mungkin dengan mencabut perangkat keras koneksinya, atau hanya dengan mencolokkan flash drive ke dalamnya.

Laman itu menekankan bahwa karya seni ini hanya untuk penggunaan penelitian, mengatakan bahwa siapa pun yang mengajukan penawaran secara kontrak setuju bahwa mereka "tidak memiliki niat untuk menyebarkan malware."

Pada saat yang sama, situs tersebut tampaknya mengakui bahwa pembeli mungkin tidak mengindahkan perjanjian tersebut.

"Harap diingat bahwa ini adalah sampel malware yang hidup dan berbahaya," katanya.

"Menjalankannya tanpa pembatasan berarti Anda akan menginfeksi diri sendiri atau orang lain dengan malware jahat dan berbahaya."

Nama pembeli karya seni unik itu tidak diidentifikasi kepada publik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini