Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Imbas Aksi 21-22 Mei, 3 Polisi dan 14 Warga Dirawat di RS Polri

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Rabu, 29 Mei 2019 |14:44 WIB
 Imbas Aksi 21-22 Mei, 3 Polisi dan 14 Warga Dirawat di RS Polri
Kepala Bidang Perawatan Medik RS Polri, Kombes Yoyok Witarto (foto: Sarah/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Imbas dari aksi demonstrasi 22 Mei terdapat petugas kepolisian yang menjadi korban dan harus mendapatkan perawatan. Di Rumah Sakit Polri sendiri terdata sebanyak 65 orang yang dirawat di sana, 29 diantaranya adalah anggota polisi.

Kombes dr. Yoyok Witarto, selaku Kepala Bidang Perawatan Medik dan Perawatan RS Polri menyebutkan bahwa diantara 29 orang tersebut 19 diantaranya dirawat inap, dan sisanya menjalani rawat jalan.

Hingga kini, Yoyok Witarto menjelaskan data hingga pada 28 Mei di Rumah Sakit Polri tersisa 3 orang anggota kepolisian yang masih menjalani rawat inap dikarenakan kondisi luka dan cidera yang dialami.

 Aksi 22 Mei

"Dari 19 orang yang dirawat hingga tanggal 28 Mei ini 3 orang yang masih dirawat dan luka-luka atau trauma yang dialami oleh anggota Polri tersebut yang pertama adalah faktor di cidera kepalanya, jadi cidera kepala," ujar Yoyok saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019).

"Kemudian yang kedua ada patah tulang, patah tulang ada di daerah lengan kemudian ada patah tulang di jari. Kemudian rata rata dari anggota polisi, ada sinkup ya, atau pingsan setelah kena lemparan kembang api sama petasan, tapi dari 19 orang tersebut saat ini kondisinya sudah mulai membaik, dan tinggal 3 yang masih dirawat," paparnya.

 Aksi 22 Mei

Tak hanya anggota kepolisian, terdapat juga masyarakat yang menjadi korban dari aksi 22 Mei tersebut. Yoyok Witarto menyebutkan bahwa data terkini masyarakat yang masih dirawat di RS Polri sebanyak 14 orang.

"Ya ada masyarakat, kemarin ada 31. (Sekarang) Ada 14 orang," pungkas Yoyok Witarto.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement