JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut tanggal 1 Juni harus dijadikan momentum refleksi lahirnya Pancasila. Pasalnya, sebagai bagian panjang dari sejarah bangsa dalam merumuskan dasar negara, Pancasila memiliki nilai-nilai yang dapat diteladani dan dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pertama, dalam pidato di depan sidang BPUPKI, konsep dan rumusan awal "Pancasila" pertama kali dikemukakan oleh Ir. Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
"Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Ir. Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapatkan sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh Mantan Ketua BPUPKI," kata Tjahjo di Jakarta, Jumat (31/05/2019).

Kedua, sebagai bagian dari sejarah bangsa, banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.
"Berbagai ucapan, menuliskan status di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya merupakan salah satu bentuk Peringatan Hari Lahir Pancasila," ungkap Tjahjo.
Ketiga, Pancasila bersifat universal, logis, dan dapat dipakai untuk mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga program-program yang dijalankan Pemerintah, seperti oleh Kemenristek Dikti, Kemenhan, dan Kemendikbud dianggap efektif untuk mencegah paham selain Pancasila.