nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rayakan Idul Fitri Hari Ini, Jamaah An-Nadzir di Gowa Berharap Suci Kembali

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 03 Juni 2019 14:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 03 609 2063360 rayakan-idul-fitri-hari-ini-jamaah-an-nadzir-di-gowa-berharap-suci-kembali-atspRXxcbJ.jpg Jamaah An-Nadzir di Gowa. (Foto : Herman Amiruddin/Okezone)

MAKASSAR – Jamaah An-Nadzir telah melaksanakan salat Idul Fitri di halaman Masjid Baitul Muqaddis, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin (3/6/2019).

Salat Idul Fitri lebih awal bagi jamaah An-Nadzir tak berbeda dengan umat Islam lainnya.

Sekretaris Jenderal An-Nadzir Samiruddin Pademmui mengatakan makna Idul Fitri bagi jamaah An-Nadzir yaitu kembali bersih dari dosa dan suci seperti bayi yang baru lahir. Diharapkan jamaah An-Nadzir dapat suci kembali di hari yang fitri ini.

"Makna Idul Fitri ini kan supaya kita lahir suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir dari rahim ibu yang terhapus dosanya dan diampunkan oleh Allah. Sehingga suci bersih sehingga bagaikan bayi yang baru lahir seperti itu dan sebagainya. Insya Allah," kata Samir kepada Okezone saat ditemui usai membawakan ceramah Idul Fitri.

jamaah an-nadzir di Gowa, Sulsel. (Foto : Herman Amiruddin/Okezone)

Dari pantauan Okezone, para jamaah An-Nadzir salat Idul Fitri sekitar pukul 06.30 Wita. Para jamaah An-Nadzir terlihat dengan rambut gondrong dan berwarna pirang serta berpakaian serba hitam.

Usai melaksanakan salat idul Fitri, jamaah An-Nadzir langsung saling berpelukan dan minta maaf satu sama lain.

Terlihat, beberapa jamaah pun tak sanggup menahan derai air matanya saat sedang berpelukan. Meski cuaca sedang mendung, salat Idul Fitri ini berjalan dengan khidmat.

jamaah an-nadzir di Gowa, Sulsel. (Foto : Herman Amiruddin/Okezone)

Sekadar diketahui, sejarah An-Nadzir berawal dari kedatangan seorang ulama bernama KH Syamsuri Abdul Madjid ke Sulawesi Selatan pada 1998. Syamsuri mendirikan majelis Jundullloh dan mendapat banyak pengikut.


Baca Juga : Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa Salat Idul Fitri Hari Ini

Selanjutnya nama berubah menjadi An-Nadzir di tahun 2002 untuk membedakan dengan Laskar Jundulloh pimpinan Agus Dwikama. Jamaah ini lelakinya dikenal dengan ciri-ciri rambut pirang serta pakaian dan sorban serba hitam. Sedangkan yang wanita menggunakan jilbab besar.

Ciri khas mereka adalah rambut pirang dan memakai celak bagi laki-laki. Sedangkan perempuan menggunakan cadar penutup muka dan jilbab besar.

"Kami mengikuti ajaran Rasulullah dan yang dia lakukan termasuk memanjangkan rambut dan berwarna pirang," tutur Samir.


Baca Juga : Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Berlebaran Hari Ini

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini