Polisi Temukan Ini saat Geledah Rumah Pelaku Peledakan Bom di Pospam Kartosuro

Agregasi Solopos, · Selasa 04 Juni 2019 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 04 512 2063576 polisi-temukan-ini-di-rumah-pelaku-peledakan-bom-di-pospam-kartosuro-ULpnmm1mlm.jpg Penggeledahan Polisi di Rumah Terduga Pelaku Peledakan Bom Rofik di Kranggan, Sukoharjo (foto: Rudi Hartono/Solopos)

SUKOHARJO - Ledakan bom yang mengguncang Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran 2019 di kawasan Bundaran Kartosuro, Sukoharjo, Senin 3 Juni 2019, pukul 22.00 WIB menghebohkan masyarakat.

Pelaku bom diduga bernama Rofik Asharudin (22), warga Dusun Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartosuro, Sukoharjo. Kini terduga pelaku masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Baca Juga: Pastikan Jenis Bom Bunuh Diri di Pospam Kartosuro, Tunggu Hasil Pemeriksaan Gegana 

Warga Dusun Kranggan, Wirogunan, Kartosuro, tak menyangka salah satu tetangganya menjadi pelaku peledakan Pospam Kartosuro, Sukoharjo. Berdasarkan laporan Solopos, Kepala Desa Wirogunan, Marjono (66), menjelaskan ada beberapa barang ditemukan polisi saat menggeledah rumah Rofik.

Tim Inafis dan Jihandak Kumpulkan Barang Bukti di TKP Bom Bunuh Diri Sukoharjo 

“Penggeledahan berlangsung selama 15 menit. Saya ikut menyaksikan. Yang saya tahu polisi menemukan belerang, arang, kabel-kabel, baterai HP. Jumlahnya dua plastik kecil. Ada alumunium sebesar jari,” terang Marjono.

Dia menambahkan, semua barang tersebut ditemukan di dalam lemari pakaian Rofik yang berada di dalam rumahnya. Saat ini, rumah Rofik di kawasan Dusun Kranggan, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, disterilkan. Polisi tidak menemukan senjata apa pun saat menggeledah rumah Rofik.

“Saya di dalam tadi hanya menyaksikan. Barang-barang semua dibawa polisi. Lokasinya di dalam rumah pelaku. Semua barang itu ditemukan di lemari pakaian kamar Rofik,” sambung Marjono.

Baca Juga: Polisi Belum Tentukan Pelaku Bom Bunuh Diri Pospam Kartosuro Terlibat Suatu Jaringan 

Dalam keseharian, Rofik dan keluarganya dikenal sebagai pribadi tertutup. Marjono mengatakan, Rofik dan keluarganya jarang bersosialisasi dengan tetangga di lingkungan sekitar.

"Rofik jarang bersosialisasi dengan lingkungan. Dia lulusan MAN 2 Solo. Pernah jualan gorengan dulu sekitar Pasar Nongko dan UNS. Sekarang pengangguran. Orang tuanya aktivitasnya sebagai penjahit. Ibunya pengusaha katering. Jadi, dia tidak mendapat pengawasan di rumah,” tutur Marjono.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini