Insiden berikutnya, Ben Fordham selaku penyiar Stasiun Radio 2GB mengaku pemerintah sedang menyelidiki bagaimana dia memperoleh informasi mengenai enam perahu berisi para pencari suaka yang baru-baru ini berupaya mencapai Australia.
"Peluang saya mengungkap narasumber-narasumber saya adalah nol. Tidak hari ini, tidak besok, pekan depan, atau bulan depan. Tiada harapan itu bisa terjadi," kata Fordham.
BBC menghubungi Kementerian Dalam Negeri Australia untuk meminta respons. Seorang juru bicara tidak mau mengonfirmasi atau membantah penyelidikan itu pernah terjadi.
Bagaimana Reaksi atas Rangkaian Peristiwa Ini?
Rangkaian razia tersebut menuai kecaman dari sejumlah media dan lembaga advokasi HAM.
Penggeledahan kediaman Smethurst ditanggapi News Corp Australia dengan kemarahan. Perusahaan media multinasional yang dimiliki konglomerat Rupert Murdoch itu menyebut razia tersebut "keterlaluan" dan "tindakan intimidasi yang berbahaya".
News Corp mengatakan hak publik untuk mendapat informasi diabaikan oleh Pemerintah Australia.
Peter Greste, direktur Aliansi Kebebasan Jurnalis, menyebut kalangan Australia yang menjunjung kebebasan pers akan risau dengan razia-razia ini.
Greste, seorang mantan wartawan Al Jazeera, menyamakan tindakan Pemerintah Australia dengan aksi Pemerintah Mesir yang memenjarakannya pada 2013 atas tuduhan membahayakan keamanan nasional.
"Kejadian ini mungkin bisa terjadi di negara otoriter, tapi bukan di negara demokrasi," sebut Reporters Without Borders di Twitter.