Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

WNI di Korea Utara Bersilaturahmi Lebaran, Makanan Khas Indonesia Disajikan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 06 Juni 2019 |12:31 WIB
WNI di Korea Utara Bersilaturahmi Lebaran, Makanan Khas Indonesia Disajikan
Acara silaturahmi Lebaran di KBRI Pyongyang, Korea Utara. (Foto: Pensosbud Pyongyang)
A
A
A

SIAPA sangka lontong sayur, opor ayam, bakso, dan rendang hadir di Korea Utara pada perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah. Makanan khas Indonesia itu disajikan dalam acara Open House Idul Fitri 1440 Hijriah oleh Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu pada Rabu 5 Juni 2019 bertempat di Wisma Kedutaan Besar RI Pyongyang.

Open house juga menyajikan panganan khas Indonesia lainnya, seperti siomay, rengginang, dan es buah yang digemari para tamu undangan, termasuk Dubes dan Perwakilan Kedubes Negara Anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Korea Utara serta seluruh masyarakat Indonesia di Pyongyang.

"Kita ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda pada tahun ini dengan menyajikan makanan Indonesia pada open house yang mengundang seluruh Duta Besar Negara Anggota OKI di Korea Utara," ujar Dubes RI dalam keterangan yang diterima Okezone, Kamis (6/6/2019).

Lebaran di KBRI Pyongyang, Korea Utara. (Foto: Pensosbud KBRI Pyongyang)

Dubes Berlian menambahkan, "Kami ingin menghadirkan suasana Lebaran di Indonesia kepada Duta Besar Palestina, Suriah, Iran, dan perwakilan Kedutaan Besar Nigeria di Pyongyang yang belum pernah mereka rasakan dan yang berbeda dengan suasana di negara mereka sendiri."

"Idul Fitri adalah hari raya terbesar di Indonesia yang disebut dengan Lebaran. Tahun ini kami libur selama seminggu. Ini adalah kesempatan baik para kaum urban pulang ke kampung halaman menemui orangtua dan sanak saudara untuk berbagi berkat dan meminta restu dalam suatu ritual yang disebut mudik. Puluhan juta penduduk berbagai kota rela menghabiskan waktu berjam-jam bahkan puluhan jam untuk berlebaran di kampung halaman. Tetapi, tahun ini sudah jauh lebih singkat karena ada jalan tol baru sepanjang Pulau Jawa," tutur Dubes Berlian Napitulu kepada Dubes Iran, Palestina, Suriah, dan perwakilan Kedubes Nigeria.

"Open house ini juga merupakan salah satu dari rangkaian upaya kita untuk mempromosikan Indonesia di Pyongyang. Mulai dari kulinernya, pakaian tradisional batik, kebiasaan yang kita lakukan saat berlebaran, hingga nilai-nilai toleransi antar-pemeluk agama yang berbeda di Indonesia. Kami mempunyai tradisi untuk saling menghargai agama dan budaya yang berbeda sejak dahulu. Pemerintah Indonesia mengakui secara resmi adanya enam agama di Indonesia. Hal itu merupakan cerminan dari motto bangsa Indonesia 'Bhinneka Tunggal Ika' sebagaimana tertulis pada lambang Garuda Pancasila yang terpampang di ruangan pertemuan ini," jelas Dubes Berlian.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement