nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tahan Seorang Pelaku Terkait Ledakan Musala di Blitar

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Juni 2019 18:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 06 519 2064147 polisi-tahan-seorang-pelaku-terkait-ledakan-musala-di-blitar-5XxecjUpqf.jpg Musala di Blitar rusak terkena ledakan saat malam takbiran. (Foto: Antaranews)

BLITAR – Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, menahan RR yang diduga terlibat dalam pembuatan alat (kantong plastik petasan) pemicu ledakan di musala serta Taman Pendidikan Quran di Kabupaten Blitar pada malam takbiran Idul Fitri 1440 Hijriah, Selasa 4 Juni 2019.

"Untuk update meledak rumah yang berdampak pembuatan mercon kejadiannya sebelum malam Lebaran ditangkap RR. Pengakuannya memang membuat alat dengan menggunakan gabungan oksigen murni dan gas dari bahan karbit," kata Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha, di Blitar, Kamis (6/6/2019), sebagaimana dikutip dari Antaranews.

Ia mengatakan, RR dengan rekannya sengaja membuat alat tersebut. Kombinasi dari oksigen murni dan gas bahan karbit dimasukkan ke wadah plastik yang kemudian disiapkan untuk malam takbiran dan saat Lebaran.

Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, kata Anissullah, kegiatan itu dianggap rutin dan sudah sering dilakukan. Namun ketika malam kejadian diduga ada kesalahan. Mereka mengumpulkan ada 30 kantong plastik yang berisi campuran bahan itu dalam satu tempat.

"Mereka lakukan dan kumpulkan dalam satu tempat ada 30 (bahan) yang mudah meledak dan siang hari sehingga udara panas yang kemungkinan sebabkan ledakan beruntun, berantai di rumah itu," kata Anissullah.

(Baca juga: Ledakan Balon Udara di Blitar, Hancurkan Musala dan 2 Bocah Luka Serius)

Selain telah menahan RR, polisi masih mencari satu orang yang ikut membuat. Polisi meminta agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri. Mereka akan dijerat dengan Pasal 187 KUHP yakni menimbulkan pembakaran dengan ancaman hukuman di atas empat tahun penjara.

Anissullah mengatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah bahwa untuk ke depan sepakat tidak boleh ada kegiatan serupa, baik dengan mercon maupun menggunakan "dum-dum" dari bahan pohon palem lalu diberi lubang dan oksigen.

Ilustrasi ledakan. (Foto: Okezone)

"Jika anggap ini tradisi, itu bahan mudah meledak dan berbahaya. Tidak masuk bahan peledak tapi bisa mengakibatkan kerusakan dan luka," jelasnya.

Pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas jika aturan tersebut dilanggar, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan lebih banyak.

(Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Mobil Bermutan Petasan di Sukabumi)

Terkait dengan dua korban luka, Anissullah mengatakan Asbiyan Maulanan kini sudah pulang dari perawatan rumah sakit. Luka yang dideritanya ringan yakni hanya lecet bagian kepala akibat kejatuhan genteng. Sedangkan Muhammad Rifai kondisinya masih memerlukan penanganan serius. Ia direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit di Malang.

"Yang kedua kemarin menderita lebih parah, terbakar 65 persen dan akan dirujuk ke RS di Malang. Korban terbakar diminta bawa satu ke dalam rumah pas di dalam tidak tahu pemicunya apa, sehingga terjadi ledakan. Di sana ada 30 buah bahan yang sama. Untuk pemicu ledakan kami belum tahu, saya kira terkena panas," ungkapnya.

Hingga kini bangunan musala dan TPQ Tarbiyatul Mudtadi'in Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar masih rusak. Warga diimbau tidak mendekat ke lokasi bangunan itu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini