Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ratusan Wisatawan Ambruk Tersengat Ubur Ubur di Pantai Parangtritis

Antara , Jurnalis-Jum'at, 07 Juni 2019 |19:39 WIB
 Ratusan Wisatawan Ambruk Tersengat Ubur Ubur di Pantai Parangtritis
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

BANTUL - Tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR wilayah Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 106 wisatawan tersengat ubur-ubur selama libur Idul Fitri 1440 Hijriah sejak sebelum dan sesudah Lebaran.

Koordinator SAR Pantai Parangtritis Bantul Ali Sutanto di Posko SAR Parangtritis, mengatakan jumlah wisatawan yang tersengat ubur-ubur atau binatang menyerupai gelembung itu terdata sejak Senin (3/6) sampai Kamis (6/6) di Pantai Parangtritis dan Depok.

"Semua korban sengatan dapat kami tangani setelah dibawa ke posko, akan tetapi di hari Selasa (4/6) ada beberapa korban agak sesak napas dan terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Rachma Husada Bantul," katanya.

Ia mengatakan bahwa sengatan ubur-ubur tersebut memang tidak terlalu membahayakan bagi korban, akan tetapi bagian perut korban terasa panas, dan bagi yang tidak kuat atau punya riwayat sesak nafas bisa berakibat kambuh.

 Ubur2

Pengobatan terhadap korban sengatan ubur-ubur, kata dia, biasanya diolesi minyak untuk meredakan panas dan istirahat beberapa waktu, di posko SAR tersebut disediakan relawan dan obat-obatan untuk pertolongan pertama pada korban.

Sementara itu data 106 korban sengatan ubur-ubur tersebut rinciannya sebanyak 80 wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis dan 26 wisatawan Pantai Depok atau pantai sebelah barat Parangtritis.

"Untuk hari Jumat (7/6) sampai petang tidak ada laporan (korban sengatan). Ini karena cuacanya yang tidak ada angin dan tidak dingin. Biasanya (ubur-ubur) itu keluar ke permukaan laut kalau ada sinar matahari dan ada angin," katanya.

 Ubur2

Dia juga mengatakan, kondisi alam yang cenderung mendung atau langit tertutup awan ini menjadi penyebab hewan itu tidak naik ke permukaan, berbeda dengan hari sebelumnya (Kamis, 6/6) yang panas, namun berhembus angin dingin.

"Tidak bisa dipastikan, karena selama masih ada cuaca dingin dan angin kencang pasti ada (ubur-ubur muncul). Informasinya di daerah Pantai Glagah, Kulon Progo, agak banyak, mungkin terbawa arus ke barat," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement