Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Anggota OPM Serahkan Diri ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Chanry Andrew S , Jurnalis-Senin, 10 Juni 2019 |21:01 WIB
 4 Anggota OPM Serahkan Diri ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Foto Istimewa
A
A
A

JAYAPURA - Telangga Gire (30) yang merupakan ajudan Goliat Tabuni (salah seorang tokoh utama) Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), dengan wilayah pergerakan Kabupaten Puncak Jaya, secara resmi menyerahkan diri serta berikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di hadapan Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf. Agus Sunaryo di Kampung Wurak Distrik Illu Kabupaten Puncak Jaya.

Kapendam XVII/Cen Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, Telangga Gire menyerahkan diri bersama-sama dengan tiga orang rekannya diantaranya, Piningga Gire (25), Tekiles Tabuni (30) dan Perengga (27).

"Mereka juga menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mosser dan sejumlah munisi cal. 7,62. Menurut Telangga bahwa senjata tersebut adalah milik polisi yang dirampas pada saat penyerang Polsek Karubaga Kabupaten Tolikara tahun 2013," Jelas Aidi dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (10/6/2019).

Menurut Aidi, proses penyerahan diri berawal dari komunikasi dengan seorang anggota Kodim 1714/Puncak Jaya, Sertu Jefri May yang berlangsung sejak tanggal 05 Mei 2019.

"Menurut Telangga bahwa dirinya dengan beberapa orang rekannya sudah lama ingin menyerahkan diri, namun tidak tahu bagaimanA caranya karena takut ditembak oleh TNI/Polri," ungkap Aidi.

 Opm

Setelah kenal dengan Jefri May dan kawan-kawannya, terjalin komunikasi secara intens baik via telepon maupun dengan pertemuan secara langsung. Selama masa perkenalan dan proses komunikasi, Sertu Jefri selalu melaporkan perkembangannya kepada Dandim Letkol Inf Agus Sunaryo untuk mendapatkan petunjuk.

"Agus menitip pesan bahwa TNI menjamin keselamatan mereka bila ingin menyerahkan diri secara sukarela. Kita semua bersaudara, mari bersama-sama membangun Papua untuk masa depan generasi kita yang lebih baik, Papua sudah merdeka dalam bingkai NKRI, pesan Dandim," kata Aidi.

Sementara itu, Telangga beserta kelompoknya secara diam-diam mengamati interaksi TNI bersama rakyat yang terlihat sangat baik dan tidak pernah menyakiti rakyat. TNI selalu membantu rakyat, termasuk TNI membantu membangun jalan dan fasilitas lainnya.

Mereka menyatakan tekadnya untuk menyerahkan diri kembali kepangkuan NKRI. Dan langsung diantar ke Makodim untuk menghadap Dandim di Distrik Mulia Puncak Jaya. Pada sekitar pukul 23.00 WIT Letkol Agus berkoordinasi dengan Bupat Puncak Jaya Bapak Yuni Wonda S. Sos, SIP, MM tentang keinginan anggota KKSB kembali ke Pangkuan NKRI. Bupati menyanggupi akan memberikan mereka pekerjaan dan memperbaiki rumahnya.

Hasil pertemuan dengan Dandim, Telangga Gire mengaku bahwa senjatanya disimpan di Kampung Wurak Distrik Illu, Kabupaten Puncak Jaya dan berjanji akan menyerahkan senjata tersebut dan akan mengajak tiga orang kawannya. Proses penyerahan diri berlangsung aman dan lancar. Saat ini Telangga Gire beserta senjatanya sudah berada di Makodim dalam rangka pendataan.

Sementara itu, Bupati Puja berencana akan melaksanakan upacara penerimaan warga pada hari Selasa 11/06/2019 dengan mengundang warga Mulia, Puncak Jaya. Bupati juga berjanji akan menyalurkan pekerjaan serta membangun rumah untuk anggota KKSB yang bersedia menyerahkan diri kembali ke pangkuan NKRI.

 Opm

Selama ini mereka merasa tertipu oleh Goliat Tabuni dan kelompoknya bahwa tidak lama lagi Papua akan merdeka dan mereka akan dijanjikan jabatan tinggi. Ternyata semuanya itu tipu-tipu saja.

"Kami bertahun-tahun hidup menderita di hutan, kepanasan, kedinginan, kehujanan, kelaparan dan lain-lain. Tiap hari hanya makan petatas dan keladi ambil dari kebun warga, sementara pembangunan di kampung-kampung dan di kota-kota semakin maju dan warga hidup sejahtera," kata Telangga.

"Kami juga memikirkan anak-anak kami, mereka harus sekolah agar nanti hidupnya lebih baik tidak seperti Saya. Kami mau kerja yang baik-baik agar anak-anak diurus menjadi orang yang berhasil," sambung Telangga yang mengaku punya anak 13 orang dari empat orang istri dan semuanya masih kecil-kecil.

Telangga juga mengimbau kepada seluruh rekan-rekannya yang masih di hutan agar segera kembali ke pangkuan NKRI agar bisa hidup normal sebagai masyarakat warga Negara Indonesia. Bahwa apa yang diperjuangkan selama ini hanya mimpi-mimpi kosong.

"Kasihan anak keturunan kita. Mereka harus kita siapkan agar mereka bisa hidup lebih baik di masa yang akan datang," imbau Telangga.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement