nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puluhan Ribu Ikan di Laguna Trisik Kulonprogo Mati

Kuntadi, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 23:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 10 510 2065116 puluhan-ribu-ikan-di-laguna-trisik-kulonprogo-mati-PdKUsitDQo.jpg Puluhan Ribu Ikan Mati di Kulonprogo (Kuntadi)

KULONPROGO - Puluhan Ribuan ikan nila di laguna Pantai Trisik Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditemukan mati. Diduga ikan-ikan ini mengalami keracunan dari limbah buangan tambak udang yang ada di sekitar laguna.

“Tidak ada tanda-tanda ikan itu akan mati. Tahu-tahu paginya banyak yang mengambang,” terang Suradin, penjaga tambak udang yang berada di utara laguna.

Ikan nila yang mati ini dikembangkan oleh kelompok petani ikan Bandeng Jaya. Sepuluh tahun lalu, laguna ini ditebari dengan ikan bandeng. Namun dari benih ikan yang ditebar justru ada ikan nila yang kemudian berkembang biak. Setelah proses panen bandeng, ikan nila ini terus berkembang dan beranak pianak. Hingga kini ikan nila tersebut hasil peranakan secara alami. Bahkan warga sudah beberapa kali memanen ikan nila.

Puluhan Ribu Ikan Mati di Kulonprogo

Jumlah ikan nila yang mati, diperkirakan total dengan bobot mencapai lebih dari satu ton. Nyaris tidak ada warga yang mengambil ikan pada saat ditemukan mati. Saat itu warga masih sibuk dengan kegiatan lebaran dan masa panen melon dan semangka.

Warga menduga ikan ini mati karena tidak bisa beradaptasi dengan penurunan debit air. "Kemungkinan karena airnya susut. Tahun lalu saat kemarau juga seperti inu," terangnya.

Anggota kelompok petani ikan, Ngatimin mengatakan matinya ikan ini diduga karena banyaknya amoniak dari limbah pembuangan tambak. Dalam kondisi biasa, kondisi air laguna cukup tinggi. Namun saat muaim kemarau ini, airnya turun hingga ketinggian mencapai satu hingga 1,5 meter. Sehingga amoniak dari limbah tambak udang inilah meracuni ikan-ikan nila.

"Limbah dari tambak memang dibuang ke laguna dan sisa pakan udang atau cangkang udang jadi pakan nila," terangnya.

Akibat kejadian ini, kelompok petani ikan ini merugi hingga lebih dari Rp15 juta. Ikan yang mati rencananya akan dikubur agar tidak menimbulkan bau. Apalagi banyak wisatawan yang mengeleluhkan mengeluh dengan bau yang kurang sedap.

"Kita akan rapatkan dengan kelompok dulu. Tahun lalu kita kubur dengan backhoe agar tidak bau," tutur Ketua II Kelompok Wisata Laguna Pantai Trisik.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini