nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puluhan Ribu Ikan Nila Mati di Kulonprogo Disebabkan Keracunan Amoniak

krjogja.com, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 09:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 16 510 2066952 puluhan-ribu-ikan-nila-mati-di-kulonprogo-disebabkan-keracunan-amoniak-WgXfT2sEWC.jpg Puluhan ribu ikan mati di Kulonprogo. (Foto : Kuntadi)

KULONPROGO – Kematian massal puluhan ribu ikan nila di Laguna Pantai Trisik, Desa Banaran Kecamatan Galur, Kulonprogo, disebabkan kandungan amoniak tinggi mencapai 4,8. Amoniak berasal dari pembuangan limbah organik pakan budidaya tambak udang di sekitar laguna.

Hal tersebut terungkap dari rapat koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY bersama Dinas DKP Kulonprogo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kehutanan DIY, DLH Kulonprogo, Kelompok Bandeng Jaya Trisik dan Akademisi Fakultas Pertanian Departemen Perikanan UGM di Ruang Rapat Nila 3 DKP DIY.

“Kandungan amoniak di laguna sangat tinggi, mencapai 4,8. Padalah yang ideal seharusnya kurang dari 0,3. Amoniak bersifat racun. Jika kondisi basa (alkali) pH air juga tinggi, ditambah sebelumnya tidak dipanen sehingga biomassa-nya meningkat,” ujar Dumanto, Akademisi Fakultas Pertanian Departemen Perikanan UGM, mengutip krjogja.com, Minggu (16/6/2019).

Menurutnya, faktor lain volume air laguna menurun sehingga ketersediaan oksigen pada malam hari tidak cukup. Limbah organik sisa-sisa pakan yang berasal dari budidaya udang bersifat berbahaya untuk kelangsungan hidup ikan.

Puluhan Ribu Ikan Mati di Kulonprogo (Kuntadi)

Untuk solusi jangka pendek, petambak seharusnya menyisakan dua petak kolam tambak dijadikan penampungan limbah sebelum dibuang ke laguna. Satu petak diberikan bandeng dan satu petak sebagai penampungan untuk peningkatan kualitas air.

Upaya lainnya melakukan penyuluhan kepada petambak udang mengurangi penggunaan kapur. “Misalkan biasa memakai 1,5 ton pupuk, dapat dikurangi menjadi 1 ton ditebar pada lahan seluas 2000 m2,” ujarnya.

Kepala Bidang Budidaya Ikan, DKP Kulonprogo, Leo Handoko mengungkapkan kematian ikan lebih banyak disebabkan limbah yang berasal dari tambak udang yang masuk ke laguna. Penyusutan air laguna menjadikan sendimen laguna terus bertambah sehingga kandungan amoniak tinggi.


Baca Juga : Puluhan Ribu Ikan di Laguna Trisik Kulonprogo Mati

“Kami menyarankan kepada para petambak bisa membuat bak penampungan limbah agar tidak dibuang langsung ke laguna,” papar Leo Handoko.

Ketua Kelompok Budidaya Bandeng Jaya, Supoyo menjelaskan kematian ikan secara massal seperti menjadi kejadian rutin selama tiga tahun terakhir. Sebelum ada kematian massal, telah berhasil memanen sekitar 10 ton.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini