nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hindari Bau Tak Sedap, Ribuan Ikan yang Mati di Pantai Trisik Kulonprogo Akan Dikubur

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 20:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 11 510 2065433 hindari-bau-tak-sedap-ribuan-ikan-yang-mati-di-pantai-trisik-kulonprogo-akan-dikubur-BSA4vRWWVo.jpg Ikan Mati (Kuntadi/Okezone)

KULONPROGO – Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo masih menunggu hasil uji lab yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengenai ribuan ikan yang mati di Laguna Pantai Trisik. Diduga hal tersebut karena adanya pakan tambak udang yang akan terurai menjadi racun berupa H2S2 yang bisa mengakibatkan keracuan.

Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Sugiharto mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan petambak udang. Rencananya ikan yang mati ini akan dikuburkan agar tidak menimbulkan bau dan penyakit.

 Baca juga: Puluhan Ribu Ikan di Laguna Trisik Kulonprogo Mati

“Rencananya besok akan dikubur kita masih menunggu backhoe,” ujarnya, Kulonprogo, Selasa (11/6/2019).

Ikan mati foto KRjogja

Sementara itu, DLHK DIY turun memantau kondisi laguna Pantai Trisik, yang terdapat ribuan ikan mati. Mereka mengambil sampel air untuk diteliti di laboratorium.

“Kita ambil beberapa sampel dari beberapa titik, untuk nanti dilakukan uji lab,”jelas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Sutarto disela pengecekan di lapangan.

 Baca juga: Pasca Ratusan Ton Ikan Mati, Udara Sekitaran Danau Maninjau Kini Tercemar

Hasil uji lab sendiri tidak bisa dilakukan dengan cepat. Butuh waktu sekitar 14 hari untuk dilakukan pemeriksaan. Namun dari kondisi di lapangan, sangat dimungkinkan karena dipengaruhi lingkungan.

Di mana, banyak terdapat tambak udang yang limbah buangan dialirkan langsung ke laguna tanpa dilakukan pengolahan terlebih dulu. “Kita lihat nanti hasil labnya seperti apa. Kita ingin ada upaya menjaga lingkungan hidup bukan kasuistik saja,” jelasnya.

Idealnya limbah dari tambak ini diolah terlebih dulu sebelum dibuang. Sehingga kotoran yang ada ataupun polutan akan mengendap dan air buangan sudah dalam kondisi yang bersih. Hal ini sangat diperlukan agar tidak ada lagi kasus pencemaran yang menyebabkan ikan mati. Apalagi Trisik merupakan daerah wisata, yang banyak didatangi wisatawan.

 Baca juga: Puluhan Ribu Ikan Mati di Laguna Tisik, pH Air di Atas Normal

“Jangan sampai citra pariwisata di DIY tercoreng kasus ini,”ujarnya.

Dalam pengecekan ini, petugas juga memeriksa menggunakan alat berupa water quality checker (WQC) untuk memeriksa kondisi fisik airnya. Sedangkan untuk memeriksa kandungan kimianya akan dibawa ke uji lab.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini