nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Panglima GAM: Pernyataan Saya Tentang Referendum Tidak Mewakili Rakyat Aceh

Windy Phagta, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 10:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 12 337 2065560 eks-panglima-gam-pernyataan-saya-tentang-referendum-tidak-mewakili-rakyat-aceh-MoCZLYiCyo.jpg Muzakir Manaf saat memberikan klarifikasi soal referendum (Istimewa)

BANDA ACEH – Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf alias Mualem mengklarifikasi pernyataan kontroversialnya soal permintaan referendum untuk Aceh, setelah mendapat kecaman dari para elite nasional.

Muzakir Manaf yang juga Ketua Umum Partai Aceh (PA) sekaligus Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) --organisasi perkumpulan mantan kombatan GAM-- menegaskan pernyataannya soal referendum bersifat spontan, tak mewakili rakyat Aceh.

Klarifikasi itu disampaikan Muzakir Manaf melalui sebuah video yang beredar luas di media sosial, Rabu (12/6/2019). Dalam video itu, Muzakir mengenakan kemeja lengan pendek warna nila.

“Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, saya Muzakir Manaf Ketua PA dan KPA menyatakan sebagai berikut,” katanya seperti dikutip Okezone dari video yang beredar.

Di depan kamera, Muzakir Manaf menyampaikan empat poin klarifikasi atas pernyataan kontroversinya saat memberi sambutan di haul kesembilan Dr. Muhammad Hasan di Tiro, proklamator Aceh Merdeka sekaligus pemimpin tertinggi GAM, di Banda Aceh, Senin 17 Mei 2019.

“Pertama bahwa pernyataan saya tentang referendum tidak mewakili rakyat Aceh. Saya melakukan hal itu secara spontan kebetulan pada even haul meninggalnya Teungku Muhamad Hasan di Tiro,” katanya.

Bendera GAM

Bendera bulan bintang dibawa massa saat demo di depan Gedung DPR Aceh (Salman/Okezone)

“Kedua, saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro NKRI. Yang ketiga saya berharap ke depan Aceh harus lebih maju membangun Provinsi Aceh dalam bingkai NKRI.”

Poin keempat, Muzakir menyampaikan “hal-hal lain yang menurut saya belum sesuai pasca-MoU Helsinki akan saya buat... (satu kata tidak jelas terdengar) sendiri guna menuntaskan semua butir-butir MoU Helsinki ke depan.”

(Baca juga: Menhan: Muzakir Manaf Tak Usah Ngomong Referendum, Kalau TNI ke Aceh Bilang DOM Lagi)

Sebelumnya, pada haul kesembilan Hasan Tiro yang dihadiri para mantan GAM, unsur pimpinan daerah termasuk Pangdam Iskandar Muda dan sejumlah wartawan, Muzakir Manaf berbicara soal kondisi Indonesia.

“Indonesia diambang kehancuran dari sisi apa saja. Itu sebabnya, maaf Pak Pangdam, ke depan Aceh kita minta referendum saja,” kata Muzakir Manaf.

Permintaan referendum yang diungkapkan Muzakir mendapat berbagai tanggapan. Di tingkat nasional, para elite politik dan pemerintah menolak.

“Ah Muzakir (Manaf) enggak usah ngomong gitu, nanti kalau TNI ke sana (Aceh) bilang DOM lagi. Enggak bisa," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Jakarta, Kamis 30 Mei 2019.

“Kita menjaga kedaulatan ya, keutuhan. Negara harus utuh dari Sabang sampai Merauke, nggak ada satu satu jengkal pun boleh lepas, akan berhadapan dengan kita. Udahlah, jangan ngomong gitu."

Sehari setelahnya, Menko Polhukam Wiranto mengeluarkan pernyataan, "masalah referendum itu dalam khasanah hukum di Indonesia sudah selesai, tidak ada (lagi referendum)."

(Baca juga: Eks Kabais TNI Anggap Referendum Aceh Frustasi Perseorangan)

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, Indonesia sudah tidak mengenal referendum dengan opsi merdeka lagi.

“Referendum itu dulu pernah ada di sini khusus untuk mengubah UUD. Zaman Pak Harto itu ada ketetapan MPR Nomor 4 Tahun 1983 yang isinya kalau mau mengubah UUD harus referendum. Jadi tidak da kaitannya dengan pemisahan satu bagian dari Indonesia," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini