nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Pers: Media Harus Jadi Pendingin

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 21:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 12 337 2065836 dewan-pers-media-harus-jadi-pendingin-i6SvSDfLfQ.jpg Pisah sambut anggota Dewan Pers (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh meminta kepada seluruh media tak menghasilkan berita yang bisa memicu amarah masyarakat di tengah situasi bangsa yang sedang tak menentu.

Ia berharap semua insan pers di Tanah Air dapat menghasilkan produk jurnalistik yang bisa memberi pencerahan atau mendinginkan suhu yang sempat memanas di tengah masyarakat akibat Pemilu 2019 lalu.

"Kalau fungsi media menjadi pemanas, situasi bangsa panas, maka media harus jadi pendingin," kata dia dalam memberikan sambutan di acara Pisah Sambut Anggota Dewan Pers Periode 2016-2019 dengan Periode 2019-2022 di Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Menurut dia, dengan adanya peran pers yang seperti itu, maka dapat mencerahkan masyarakat di tengah maraknya informasi hoaks di media sosial. Sehingga, nantinya publik akan mengetahui mana berita yang benar dan bohong.

"Maka akan tambah jelas media bisa memastikan mana yang salah dan benar," ujarnya.

Ilustrasi

Apabila media tak bisa memberi edukasi, kata dia, maka akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Hal tersebut karena masyarakat bakal menelan setiap informasi yang beredar tanpa mencari tahu apakah itu benar atau tidak.

"Kalau media tidak bisa mendidik masyarakat secara keseluruhan, maka nanti masyarakat zaman sekarang tidak bisa menyaring. Karena dengan tingkat edukasi yg baik masyarakat secara otomatis melalui dirinya sendiri bisa melakukan filter," kata dia.

Salah satu cara penyajian berita yang baik, lanjut dia, setiap jurnalis harus memperkuat data di dalam setiap laporan yang dibuatnya. Sehingga, masyarakat akan tercerahkan ketika melihat atau membaca informasi yang mereka sajikan di media elektronik maupun cetak.

"Kalau dia lemah diurusan data, lemah dalam informasi," tutur eks Mendikbud itu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini