nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lantik Eka Supria Jadi Bupati Bekasi, Ridwan Kamil: Ini Ujian Bukan Rezeki

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 14 525 2066621 lantik-eka-supria-jadi-bupati-bekasi-ridwan-kamil-ini-ujian-bukan-rezeki-Lmlt8J4uyZ.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Okezone)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi melantik Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi menggantikan bupati sebelumnya, Neneng Hasanah Yasin yang tersandung kasus korupsi. Pelantikan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 131.32-1192 Tahun 2019.

Eka Supria Atmaja sebelumnya didapuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati setelah Neneng mengundurkan diri pada Maret 2019. Setelah ada kekuatan hukum tetap, pada 29 Mei 2019, sesuai aturan, Eka harus dilantik menjadi Bupati Bekasi definitif.

Pelantikan yang berlangsung pada 12 Juni di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Nomor 22, Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan dalam amanatnya, pelantikan ini sudah menjadi garis tangan dan takdir Allah SWT.

"Ini adalah ujian bukan rezeki. Karena tidak semua lulus dalam ujian. Jadi, saya doakan Bapak (Eka Supriatmaja) selamat dunia akhirat, khusnul hotimah, dan lulus ujian dari Allah dalam menerima kekuasaan," ujar Emil dalam keterangannya, Jumat (14/6/2019).

(Baca Juga: Eka Supria Jadi Bupati Bekasi Gantikan Neneng Hasanah yang Terlibat Suap Meikarta)

Pelantikan Eka Supria

Ridwan Kamil menyampaikan agar Eka menjalani jabatannya dengan memegang teguh tiga nilai, yakni integritas, melayani dengan hati dan profesional. Ketiganya merupakan kunci untuk bisa mengemban amanah dengan baik.

"Kenapa (jabatan) ujian? Karena harus dilalui dengan kehati-hatian dan tidak semuanya lulus. Syaratnya agar lulus ujian, jaga benteng integritas. Jangan sampai kejadian lagi (kasus korupsi), karena Bekasi ini proyeknya banyak, industrinya banyak, pasti godaan dari pihak ketiga banyak,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu menambahkan, mengenai melayani dengan hati, maksudnya agar pelayanan publik bisa menjadi perhatian, mulai dari penggangguran hingga infrastruktur. Untuk nilai profesional, karena revolusi industri 4.0, panggungnya ada di Bekasi, karena banyak industri.

"Masalah wakil bupati silakan musyawarahkan, jangan bertengkar dan kita tunjukkan sila keempat (Pancasila). Musyawarah mufakat itu harus jadi suatu pegangan dalam memutuskan masalah politik dan kekuasaan," tuturnya.

Bupati Eka mengaku pesan yang disampaikan Emil sangat penting dan berharga. “Pesan pak Gubernur menjadi masukan penting dan berharga buat saya, Insya Allah saya akan laksanakan sebaik mungkin” kata Eka.

Ia pun akan fokus terhadap kebutuhan dasar warga. Pada periode kepemimpinannya hingga 2022 ini tetap mengacu pada visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD Tahun 2017-2022. Di antaranya pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk ketenagakerjaan dan ekonomi kreatif.

Eka mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan pendidikan akan bekerjasama dengan Pemprov Jabar agar SMA/sederajat gratis dan pembangunan gedung sekolah. “Pendidikan, kita rencananya bagaimana agar SMA/sederajat kita upayakan ke depan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (Jawa Barat) untuk bagaimana menggratiskan,” ujarnya.

Pelayanan kepada masyarakat khususnya pelayanan publik juga menjadi prioritas. Fokus saat ini, pihaknya ingin semuanya dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat harus maksimal dan ia akan terjun langsung untuk mengontrolnya.

Eka menambahkan, persoalan penggangguran juga menjadi catatan penting. Ia menyimak apa yang disampaikan Gubernur Jabar, kalau banyak warga lokal di Bekasi menjadi pengangguran. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan jajaran terkait termasuk Pemprov Jawa Barat untuk membuat kebijakan yang memprioritaskan warga lokal.

Industri akan diwajibkan menerima warga lokal sebanyak 30 persen dari kebutuhan tenaga kerjanya. Pihaknya juga akan menggelar berbagai pelatihan kerja. "Ada regulasi juga di kita (Pemkab Bekasi), bahwa ada kewajiban bagi pengusaha terkait dengan izin juga nanti untuk berpartisipasi 30 persen bisa menerima tenaga lokal. Kalau memang (tenaga kerja lokal) belum mampu nanti diharapakan bisa dilatih biar mampu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini