nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Live Streaming dengan Filter Kucing, Politikus Pakistan Jadi Viral

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 15:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 16 18 2067059 live-streaming-dengan-filter-kucing-politikus-pakistan-jadi-viral-pUH73hqMH4.jpg Foto: AFP.

PESHAWAR – Seorang politikus di utara Pakistan menjadi viral setelah melakukan konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Facebook dengan fitur “filter kucing” yang aktif, menyebabkan wajahnya ditampilkan di layar para penonton dengan telinga dan kumis kucing.

Streaming daring dari menteri regional Shaukat Yousafzai yang berbicara dengan para jurnalis menjadi viral pada Jumat, 14 Juni setelah seorang anggota tim media sosialnya secara tidak sengaja mengaktifkan fitur filter pada jaringan sosial.

Komentar mulai mengalir ketika pengguna Facebook memperhatikan telinga dan kumis merah muda seperti kucing di kepala sang menteri dan dua pejabat yang menyertainya.

Ada "kucing di kabinet" kata seseorang, sementara pengguna lain berkomentar secara lebih harfiah: "Shaukat Yousafzai terlihat seperti kucing - Meow meow meow,".

Video itu dihapus beberapa menit setelah konferensi pers berakhir dari halaman Facebook resmi partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), yang berkuasa di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Gambar dari konferensi pers masih tersedia di media sosial. Yousafzai sendiri mengonfirmasi insiden itu dan mengatakan kepada AFP bahwa kejadian itu tidak disengaja.

"Filter kucing dinyalakan secara tidak sengaja," kata Yousafzai, seraya menambahkan, "Jangan anggap semuanya serius". "Saya bukan satu-satunya - dua pejabat yang duduk di samping saya juga terkena filter kucing," candanya sebagaimana dilansir AFP, Minggu (16/6/2019).

Streaming konferensi pers itu dilanjutkan dengan kumis dan telinga tetap muncul, bahkan setelah para pengguna internet menunjukkan kesalahan tersebut. Sebuah pernyataan pers, yang dikeluarkan oleh tim media sosial PTI mengatakan insiden itu terjadi karena "kesalahan manusia".

"Semua tindakan yang diperlukan telah diambil untuk menghindari insiden seperti itu di masa depan," demikian disampaikan pernyataan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini