Share

Konflik dan Perubahan Iklim Picu Kelaparan Global

Agregasi VOA, · Senin 17 Juni 2019 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 17 18 2067218 konflik-dan-perubahan-iklim-picu-kelaparan-global-W0TVHjMOqG.jpg Kelaparan (Reuters)

SWISS - Sebuah laporan baru oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mendapati konflik dan perubahan iklim sebagian besar bertanggung jawab atas meningkatnya kelaparan global.

Lebih dari 800 juta orang di dunia kelaparan. SIPRI melaporkan 60% terjadi di negara yang terimbas konflik. SIPRI mengatakan ketidakstabilan politik dan pengungsian terkait konflik menyebabkan krisis pangan.

 Baca juga: 113 Juta Orang di Dunia Hidup dalam Kondisi Kekurangan Makanan

Lembaga penelitian yang berbasis di Stockholm itu mengatakan makanan seringkali tidak bisa diakses oleh warga yang terjebak dalam konflik. SIPRI mengatakan pasokan yang terbatas dari komoditas ini menyebabkan harga meningkat, membuat makanan sebagian besar tidak terjangkau.

Perubahan iklim dikatakan memperburuk kemampuan orang untuk mendapatkan cukup makanan. Kelaparan meningkat saat panen dan mata pencaharian di negara-negara miskin dilenyapkan oleh banjir dan kekeringan ekstrem.

 Baca juga: DPR Desak Tim Lintas Sektor Diterjunkan Bantu Warga Maluku dari Kelaparan

Program Pangan Dunia PBB melaporkan Yaman tahun lalu mengalami krisis pangan terburuk disusul Republik Demokratik Kongo, Afghanistan, Ethiopia, Suriah, Sudan, Sudan Selatan, dan Nigeria utara. Juru bicara WFP, Herve Verhoosel mengatakan delapan negara ini merupakan dua pertiga dari semua orang yang menghadapi kelaparan akut.

“Bahkan di daerah-daerah yang terimbas konflik dengan akses terbatas seperti Sudan Selatan dan Yaman, jika kita bisa melakukan pekerjaan dengan aman dan mendapat akses yang konsisten untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan, kita bisa mencegah bentuk-bentuk kelaparan terburuk. Kita sekarang menyaksikan kelaparan karena staf kami tidak bisa menjangkau orang-orang rawan pangan karena ketidakamanan atau akses kami terhambat,” ungkapnya.

 Baca juga: TNI Kirim Bantuan Tambahan ke Suku Mausu Ane yang Kelaparan

Verhoosel menambahkan bahwa lebih dari 113 juta orang di 53 negara menderita kelaparan akut dan sangat membutuhkan bantuan makanan, nutrisi dan bantuan hidup. Ia mengatakan konflik dan rasa tidak aman merupakan penyebab utama kelaparan di 21 negara ini.

WFP adalah badan kemanusiaan terbesar yang memerangi kelaparan. Setiap tahun WFP menyediakan bantuan makanan untuk hampir 90 juta orang di daerah-daerah yang terkena dampak konflik dan bencana alam.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini