nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Patroli Grup WA, Polri: Bertujuan Cegah Konten Hoaks hingga SARA

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 14:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 19 337 2068271 patroli-grup-wa-polri-bertujuan-cegah-konten-hoaks-hingga-sara-OKyLDMJvVI.jpg Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan patroli di grup pesan singkat Whatsapps (WA) bertujuan mencegah akun penyebar berita bohong alias hoaks. Kemudian juga menghalau munculnya ujaran kebencian, provokatif, serta yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Kegiatan patroli siber atau cyber patrol itu ada dua hal yang dilakukan yang dilakukan. Pertama adalah pencegahan atau mitigasi terhadap akun-akun yang menyebarkan konten-konten hoaks. Kemudian ujaran kebencian, provokatif, dan berbau SARA," Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

(Baca juga: Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Penyerangan Masjid di Petamburan)

Tidak hanya menghalau akun penyebar hoaks, pihak kepolisian juga akan melakukan pencegahan terhadap literasi digital.

"Selain mitigasi pencegahan, juga literasi digital, yang terus dilakukan oleh kementerian/lembaga dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat," tutur Dedi.

Whatsapp. (Foto: Ist)

Jika mendeteksi akun-akun penyebar hoaks dan menyebarkan konten bernuansa SARA serta ujaran Kebencian, pihaknya tidak akan segan menindaknya.

"Kemudian langkah yang kedua adalah melakukan penegakan hukum. Ketika upaya-upaya mitigasi akun-akun yang sudah dipantau itu terus melakukan semburan-semburan, berita-berita, atau konten-konten hoaks, maka dilakukan penegakan hukum," ucap Dedi.

(Baca juga: Polri: Penangkapan 10 Pelaku Hoaks Aksi 22 Mei untuk Melindungi Masyarakat)

Saat melakukan penindakan, penyidik akan terus menggali dari alat bukti yang diduga digunakan oleh pelaku. Sebagian besar pelaku ini menyebarkan berita hoaks dengan menggunakan media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan lainnya.

"Dari media sosial itu rekam jejaknya nanti akan digali oleh penyidik melalui Laboratorium Forensik Digital. Anda menyebarkan konten-konten hoaks itu dengan menggunakan alat apa? Handphone misalnya, PC misalnya, komputer lainnya misalnya, itu akan digali,"

Dedi menerangkan, ketika seorang tersangka mengaku menyebarkan konten hoaks menggunakan HP, maka akan didalami terhadap barang tersebut di Laboratorium Forensik Digital.

"Baru ketemu nanti jejaringnya. Oo selain menyebarkan dari media sosial, ternyata dia juga menyebarkan dari WA-nya, di WA-WA group itu," tutur Dedi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini