"Dalam permohonan itu, minta dua tangki setiap minggunya. Nanti akan kami koordinasikan dulu dengan pihak kecamatan, desa dan dusun," ujarnya.
Menurutnya, untuk antipasi kekurangan air bersih, BPBD Kabupaten Sleman telah menganggarkan 75 tangki air selama tahun 2019. Pihaknya memperkirakan kesediaan tersebut mencukupi permintaan warga.
"Kami kira anggaran 75 tangki cukup. Bahkan sampai saat ini, baru 1 dusun yang mengajukan permohonan bantuan droping air," terangnya.
Diungkapkan, untuk dusun-dusun yang berada di Prambanan sudah tersambung dengan saluran air bersih. Kemudian di daerah Sembung dan Mancasan Gamping juga tidak kekurangan air bersih karena sudah teratasi dengan sambungan PDAM dan sumur bor.
"Untuk Dusun Sembung sudah ada jaringan PDAM Bantul, sedangkan Mancasan sudah ada sumur bor. Untuk Prambanan mayoritas sudah tersambung jaringan air bersih," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.