Colville mengatakan, ia sama sekali tidak pasti apakah ada autopsi yang dilakukan.
"Jelas pemakaman jenazahnya dilakukan sangat cepat. Sudah tentu, jika tidak ada otopsi untuk penyelidikan yang seharusnya terhadap kematiannya, apakah ada faktor terkait dengan perawatan atas dirinya ketika ia masih ditahan, sangat sulit untuk dipastikan. Jadi sangat problematik jika tidak ada otopsi," tukas Colville.
Morsi yang digulingkan kudeta militer setahun setelah memangku jabatan, kabarnya menderita diabetes dan gangguan lever dan ginjal.
Colville mengatakan adalah tanggungjawab negara untuk memastikan bahwa ia bersama tahanan lain mendapat perlakuan yang manusiawi.
Colville juga mengatakan bahwa Morsi tampaknya tidak diberikan pengobatan bagi penyakitnya yang serius itu. Dan itu bisa menjadi faktor atas kematiannya dan suatu yang perlu untuk diselidiki.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.