nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arab Saudi Tolak Laporan PBB Terkait Pembunuhan Khashoggi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 19:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 20 18 2068905 arab-saudi-tolak-laporan-pbb-terkait-pembunuhan-khashoggi-2W481pK5lL.jpg Foto: Reuters.

RIYADH – Menteri Luar Negeri Arab Saudi pada Rabu menolak laporan pelapor khusus PBB yang menyatakan ada bukti kredibel bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan beberapa pejabat tinggi lainnya bertanggungjawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

"Tidak ada yang baru ... Pelapor di dewan hak asasi manusia (HAM) mengulangi dalam laporannya yang tidak mengikat apa yang telah dipublikasikan dan diedarkan di media," kata Adel Al-Jubeir di Twitter sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (20/6/2019).

Laporan itu "mengandung kontradiksi yang jelas dan tuduhan tidak berdasar yang menantang kredibilitasnya", tambahnya.

BACA JUGA: Pelapor PBB: Putra Mahkota Saudi Harus Diselidiki Atas Pembunuhan Khashoggi

Agnes Callamard, pelapor khusus PBB untuk pembunuhan di luar hukum, menyimpulkan bahwa pembunuhan Khashoggi disengaja dan direncanakan tetapi tidak membuat kesimpulan tentang kesalahan. Laporannya bergantung pada rekaman dan pekerjaan forensik yang dilakukan oleh penyelidik Turki dan informasi dari persidangan para tersangka di Arab Saudi.

Callamard mendesak agar persidangan kasus pembunuhan Khashoggi yang sedang berjalan di Arab Saudi untuk ditunda karena ada potensi menghasilkan kesalahan hukum.

Jubeir menolak segala upaya untuk mempengaruhi persidangan atau menghapusnya dari proses peradilan Saudi.

Dalam laporan yang dipublikasikan oleh Saudi Press Agency (SPA) Jubeir mengatakan bahwa laporan itu berisi "tuduhan palsu yang dikonfirmasi berasal dari gagasan dan posisi yang sudah dimiliki Callamard terhadap kerajaan". Dia mengatakan bahwa Riyadh mempertahankan hak untuk mengambil tindakan hukum sebagai tanggapan terhadap klaimnya.

Khashoggi, kolumnis Washington Post yang mengkritik putra mahkota, terbunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober oleh pejabat Saudi, memprovokasi kemarahan yang meluas dan menodai citra pangeran muda.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini