nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sofyan Basir Jalani Sidang Perdana Senin Pekan Depan

Antara, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 18:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 20 337 2068866 sofyan-basir-jalani-sidang-perdana-senin-pekan-depan-LjbHVq11gW.JPG Dirut PLN nonaktif, Sofyan Basir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT PLN nonaktif, Sofyan Basir bakal menjalani sidang perdana pada Senin 24 Juni 2019 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Hal itu dikonfirmasikan oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah.

"KPK telah menerima informasi, persidangan perdana untuk terdakwa Sofyan Basir akan dilakukan pada 24 Juni 2019 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," ujar Febri sebagaimana dilansir dari Antaranews, Kamis (20/6/2019).

Lebih lanjut, Febri menyebut bahwa pada sidang perdana itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan membacakan dakwaan yang sudah disusun.

"Di sana akan diuraikan perbuatan-perbuatan yang diduga dilakukan oleh terdakwa, terutama dalam kapasitas membantu terjadinya tindak pidana korupsi suap terkait kontrak kerja sama PLTU Riau-1," tuturnya.

Terdakwa Sofyan diduga membantu pelaku lain dalam melakukan korupsi tersebut. Oleh karena itu, KPK mendakwa menggunakan pasal sebagai berikut Pasal 12 a juncto Pasal 15 Undang-undang Tipikor juncto Pasal 56 ke 2 KUHP atau Pasal 11 juncto Pasal 15 Undang-undang Tipikor juncto Pasal 56 ke 2 KUHP.

Sofyan diduga membantu bekas anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan pemilik saham Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo mendapatkan kontrak kerja sama proyek senilai 900 juta dolar AS atau setara Rp12,8 triliun.

Sofyan hadir dalam pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh Eni Maulani Saragih, Johannes Kotjo dan pihak lainnya untuk memasukkan proyek "Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) PT PLN.

Pada 2016, meskipun belum terbit Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK), Sofyan diduga telah menunjuk Johannes Kotjo untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1 karena untuk PLTU di Jawa sudah penuh dan sudah ada kandidat.

Idrus Marham

Sehingga PLTU Riau-1 dengan kapasitas 2x300 MW masuk dalam RUPTL PLN. Setelah itu, diduga Sofyan Basir menyuruh salah satu Direktur PT PLN agar Power Purchase Agreement (PPA) antara PLN dengan Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Co (CHEC) segera direalisasikan.

Terkait perkara ini, sudah ada 3 orang yang dijatuhi hukuman yaitu mantan Menteri Sosial yang juga mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham divonis 3 tahun penjara ditambah denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Eni Maulani Saragih pada 1 Maret 2019 lalu juga telah divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan ditambah kewajiban untuk membayar uang pengganti sebesar Rp5,87 miliar dan 40 ribu dolar Singapura.

Sedangkan Johanes Budisutrisno Kotjo diperberat hukumannya oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menjadi 4,5 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan. Sementara, PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM) Samin Tan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga memberikan suap kepada Eni Maulani Saragih sejumlah Rp5 miliar.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini