TEHERAN - Televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman saat pesawat nirawak (drone) militer AS yang ditembak jatuh pada Kamis (20/6/2019).
Cuplikan dari puing-puing dimaksudkan untuk memperlihatkan pecahan-pecahan pesawat nirawak RQ-4A Global Hawk yang hancur yang dilaporkan terkena rudal darat.
Amirali Hajizadeh, kepala angkatan udara Pengawal Revolusi, mengatakan puing-puing itu adalah bukti bahwa pesawat tak berawak AS telah berada di wilayah Iran ketika ditembak jatuh.
Tetapi Washington mengklaim bahwa pesawat itu jatuh di wilayah udara internasional di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia hampir melancarkan serangan balasan terhadap Iran. Namun, dia membatalkan serangan setelah diberitahu bahwa 150 warga sipil akan tewas imbas serangan.
Baca: AS Akan Kerahkan Pasukan Tambahan di Tengah Ketegangan dengan Iran
Baca: Militer AS Klaim Iran Singkirkan Ranjau dari Tanker yang Diserang
"Sepuluh menit sebelum serangan, saya menghentikannya, tidak sebanding dengan menembak jatuh pesawat tak berawak. Saya tidak terburu-buru, militer kami dibangun kembali, baru, dan siap untuk pergi, sejauh ini yang terbaik di dunia," tweet Trump.

Penembak drone memperburuk hubungan kedua negara di mana enam tanker telah rusak oleh ledakan dalam enam minggu terakhir.

Iran telah membantah tuduhan AS dan Saudi bahwa pihaknya berada di balik serangan kapal tanker itu dan menuduh Washington "penghasut perang".
"AS ingin rezim Iran saat ini datang ke meja perundingan dan menghentikan dukungan mereka untuk terorisme, mengejar rudal balistik, menutup-nutupi program nuklir, dan pelanggaran hak asasi manusia," tweeted Duta Besar AS untuk Jerman RichardGrenell.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.