Jenazahnya lalu diberangkatkan ke Wasior, Ibu Kota Kabupaten Teluk Wondama, dengan helikopter pada Sabtu (22/6). Saat tiba di Wasior, kondisi jenazah almarhum Patra Marinna Jauhari tampak hanya dibungkus menggunakan kain dan dimasukkan di dalam kantong jenazah.
Ratusan kerabat dan kawan-kawan almarhum tak henti-hentinya menangis saat menjempu jenazah di bandara, mereka seakan tak percaya kalau Patra harus meninggal secepat itu.
Patra (ASN Perawat) yang meninggal dunia di kampung Oya Distrik Naikere merupakan petugas kesehatan yang sedang melaksanakan tugas pelayanan medis di kampung tersebut.
Dari informasi yang didapat, informasi Meninggalnya Patra diketahui dari seorang warga kampung Oya, Tadius Mufara (28) warga kampung Oya yang membawa informasi setelah Patra Marina Jauhari Meninggal dunia,
"Patra Marina (ASN Perawat) Jauhari mengalami sakit sekitar 2 Minggu dengan gejala sakit kepala dan muntah dan dehidrasi (kekurangan cairan),"ungkap Tadius warga kampung Oya.
