nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teheran: Serangan Siber AS Terhadap Iran Telah Gagal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 24 18 2070233 teheran-serangan-siber-as-terhadap-iran-telah-gagal-1TonI2WUUd.jpg Ilustrasi.

TEHERAN – Menteri telekomunikasi Iran mengatakan bahwa serangan siber yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap sasaran-sasaran di negaranya telah gagal. Pernyataan itu disampaikan setelah munculnya laporan bahwa Pentagon telah melancarkan serangan siber yang telah lama direncanakan untuk melumpuhkan sistem peluncuran roket Iran.

Ketegangan memuncak antara Teheran dan Washington setelah Presiden Donald Trump pada Jumat mengatakan bahwa dia telah membatalkan serangan militer ke Iran untuk membalas penembakan drone AS oleh Garda Nasional.

Namun, pada Kamis Yahoo News bahwa AS telah meluncurkan serangan siber, meski Trump tidak jadi melancarkan serangan konvensional.

Pada Sabtu, Washington Post mengatakan bahwa serangan siber, yang telah direncanakan sebelumnya, telah melumpuhkan sistem peluncuran roket Iran. Pejabat AS telah menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

"Mereka berusaha keras, tetapi belum berhasil melakukan serangan," kata Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari Jahromi melalui Twitter, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (24/6/2019).

"Media bertanya apakah serangan siber terhadap Iran itu benar," katanya. "Tahun lalu kami menetralkan 33 juta serangan dengan firewall nasional."

Azari Jahromi menyebut serangan terhadap jaringan komputer Iran sebagai “terorisme siber” (cyber-terrorism). Pernyataan Jahromi merujuk pada Stuxnet, virus komputer yang diyakini banyak dikembangkan oleh AS dan Israel, yang ditemukan pada 2010 setelah digunakan untuk menyerang fasilitas pengayaan uranium di Kota Natanz, Iran.

Amerika Serikat juga menuduh Iran telah meningkatkan serangan siber.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, mengatakan bahwa sistem pertahanan dunia maya Iran kuat, dan bahwa Iran dapat secara legal mengejar agresi semacam itu di pengadilan internasional.

Dikutip kantor berita ISNA, Mousavi mengatakan bahwa Teheran menyambut baik “penurunan ketegangan” di kawasan tersebut.

"Kami tidak ingin munculnya ketegangan dan konsekuensinya."

Tahun lalu, Trump menarik AS dari perjanjian program nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara dunia yang mengekang program nuklir Teheran dengan imbalan pelonggaran sanksi. Hubungan di wilayah tersebut telah memburuk secara signifikan sejak saat itu.

Pada Minggu, Trump mengatakan bahwa dia tidak menginginkan perang dengan Iran dan akan siap untuk mencari kesepakatan untuk meningkatkan perekonomian Teheran yang lesu. Pernyataan tersebut dipandang sebagai sebuah langkah nyata untuk meredakan ketegangan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini